Sosialisasi Wajib Halal Oktober 2026
Kurang dari lima bulan menjelang pemberlakuan kewajiban sertifikasi halal pada 17 Oktober 2026, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) terus mengintensifkan upaya edukasi kepada pelaku usaha. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Wajib Halal Oktober (WHO) 2026 yang diselenggarakan secara serentak di seluruh Indonesia, termasuk di Tenth Avenue Mall, Kota Bandung, Kamis (4/6/2026).
Melalui BPJPH Provinsi Jawa Barat (Jabar), kegiatan tersebut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, lembaga pendamping halal, hingga pelaku usaha. Sosialisasi ini menjadi bagian dari langkah strategis untuk memastikan pelaku usaha memahami regulasi serta siap memenuhi kewajiban sertifikasi halal sebelum tenggat waktu yang ditetapkan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jabar, Nining Yuliastiani, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa implementasi Wajib Halal Oktober 2026 merupakan momentum penting untuk memperkuat kualitas dan daya saing produk Indonesia.
Menurutnya, sertifikasi halal tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan regulasi, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam memberikan jaminan, keamanan, dan kenyamanan bagi konsumen.
“Pemberlakuan kewajiban sertifikasi halal pada tanggal 17 Oktober 2026 menjadi momentum penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan kesiapan pelaku usaha dalam memenuhi ketentuan yang berlaku. Hal ini bukan semata-mata kewajiban administratif, melainkan upaya bersama untuk meningkatkan kualitas produk, memperkuat kepercayaan konsumen, serta meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar nasional maupun global,” ujar Nining.
Ia menambahkan, Jabar memiliki peran strategis dalam pengembangan industri halal nasional. Dengan jumlah penduduk mencapai lebih dari 51 juta jiwa dan sekitar 7 juta pelaku UMKM, kebutuhan terhadap produk halal terus meningkat. Sektor kuliner yang menjadi salah satu tulang punggung perekonomian daerah juga menjadi sektor yang paling membutuhkan percepatan sertifikasi halal.
Karena itu, kata Nining, sertifikasi halal perlu dipandang sebagai investasi usaha yang mampu meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperluas peluang pasar.
Dalam kesempatan tersebut, Nining juga mengapresiasi berbagai langkah percepatan sertifikasi halal yang telah dilakukan BPJPH bersama para mitra. Kehadiran layanan digital melalui aplikasi SIHALAL serta program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI) dinilai memberikan kemudahan bagi pelaku usaha, khususnya usaha mikro dan kecil, untuk memperoleh sertifikat halal.
Meski capaian sertifikasi halal di Jabar menunjukkan perkembangan positif, masih terdapat banyak pelaku usaha yang perlu didorong agar segera mengurus sertifikasi halal sebelum batas waktu pemberlakuan kewajiban halal.
“Oleh karena itu, diperlukan sinergi dan kolaborasi seluruh pihak melalui sosialisasi, pendampingan, dan fasilitasi yang berkelanjutan agar pelaku usaha dapat memenuhi ketentuan yang berlaku,” imbuhnya.
Kegiatan Sosialisasi Wajib Halal Oktober (WHO) 2026 di Jabar turut melibatkan berbagai instansi dan lembaga terkait, di antaranya Pemerintah Daerah Provinsi Jabar, Pemerintah Kota Bandung, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jabar, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jabar, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jabar, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jabar, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jabar, serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar.
Selain seremoni nasional yang terhubung melalui siaran langsung Kepala BPJPH, kegiatan juga diisi dengan sosialisasi langsung kepada pelaku usaha dan penyebaran materi edukasi mengenai regulasi halal, mekanisme sertifikasi, serta berbagai program pendampingan yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha.
Melalui kegiatan ini, BPJPH berharap kesadaran dan kesiapan pelaku usaha terhadap implementasi Wajib Halal Oktober 2026 semakin meningkat. Dengan semakin banyak produk yang tersertifikasi halal, kepercayaan konsumen dapat terus diperkuat, daya saing usaha meningkat, serta ekosistem halal nasional, khususnya di Jabar, semakin berkembang dan mampu bersaing di tingkat global