Oleh sebab itu, ia memperkirakan bahwa dulunya tak hanya Desa Bonang, namun Pulau Jawa juga merupakan lautan. "Fosil itu usianya sudah jutaan tahun lalu. Itu kan hewan laut hidup, dulunya Pulau Jawa itu masih tergenang lautan," ujar Nana.
Pria yang juga Ketua Group Majalengka Baheula (Grumala) Majalengka itu menyampaikan, bahwa fosil itu tepatnya ditemukan di sekitar sawah oleh warga.
Saat itu warga mencurigai adanya benda asing yang tergeletak di pelataran sawah.
"Udah lama ditemukannya oleh warga bernama Gilang. Lalu saya coba berkomunikasi dengan dia, untuk diserahkan di museum kami, yakni Gedung Juang," ucapnya.
Naro, sapaan akrabnya menambahkan, pihaknya atau warga masih kerap menemukan benda serupa di berbagai tempat di Majalengka.
Belum lama ini, pihaknya juga menemukan FOSIL hiu Megalodon di Sungai Cisuluheun yang ada di Desa Nunuk Baru, Kecamatan Maja.
Desa tersebut termasuk daerah dataran tinggi yang ada di Majalengka.
"Di museum Gedung Juang, kami sudah banyak koleksi fosil di antaranya batu-batuan karang laut, foto-foto Bupati dari masa ke masa, benda keramik peninggalan kelenteng Talaga, batu bata Benson bekas tungku pabrik gula dan lainnya," jelas dia.
SC. Klikciayumajakuning



