Presiden Partai Buruh, Said Iqbal menyatakan, aksi tersebut dilakukan di kota-kota industri seperti Bandung, Makasar, Banjamasin, Banda Aceh, Medan, Batam, Semarang, Surabaya, Ternate, Ambon, dan beberapa kota industri lain. "(Khusus) di Jakarta, aksi akan dipusatkan di DPR RI dengan melibatkan hampir 10 ribu buruh".
Iqbal mengatakan, dalam aksi ini ada lima isu isu utama yang didesak para buruh seperti menolak reviai UU PPP, menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, menolak masa kampanye 75 hari atau harus 9 bulan sesuai Undang-Undang, sahkan RUU PPRT, dan tolak liberalisasi pertanian melalui WTO.
Iqbal merinci ada beberapa alasan mengapa pihaknya menolak revisi UU PPP yakni pembahasannya kejar tayang dan tidak melihatnya partisipasi publik secara luas. "Kami mendapat informasi, revisi UU PPP hanya dibahas 10 hari di Baleg. Padahal UU PPP adalah ibu dari Undang-Undang, di mana kelahiran semua Undang-Undang harus mengacu secara formil ke UU PPP," kata Iqbal.
Sc. PR



