Layanan keuangan elektronik berbasis aplikasi ini telah membantu banyak orang dalam bertransaksi non tunai. Platform pembayaran gabungan dari beberapa dompet digital milik BUMN ini muncul sebagai jawaban atas kurang masifnya perkembangan dompet digital milik Bank BUMN dan Telkomsel dalam menjawab maraknya dompet digital yang dikembangkan starup seperti GoPay dan OVO.
Kemudian pada 2019, LinkAja pun melakukan kemitraan dengan aplikasi Gojek Indonesia dan menjadi salah satu alat pembayaran yang ada di platform ojek online ini. Tak hanya itu, pada bulan Oktober 2020, Grab Pte. Ltd. secara resmi menjadi pemegang saham baru Finarya. Menyusul Grab, PT Dompet Karya Anak Bangsa pun resmi terdaftar sebagai pemegang saham baru Finarya sejak Maret 2021.
Pada Maret 2021, LinkAja berhasil mendapat suntikan dana dari Gojek. Startup decacorn Indonesia tersebut turut serta dalam putaran pendanaan Seri B LinkAja yang saat ini sudah mengumpulkan dana hingga mencapai USD100 juta lebih atau setara Rp1,4 triliun (asumsi Rp14.000/USD).
Jika dirinci, dompet nasional Indonesia yang satu ini menggabungkan kekuatan ekosistem dari beberapa perusahaan BUMN dengan persentase kepemilikan saham sebagai berikut.



