CIREBON,- Manajemen Subholding Gas Pertamina
melakukan pengawasan pembangunan jaringan gas di Kecamatan Plered,
Kabupaten Cirebon, sebagai bagian dari target pembangunan jargas PGN
dengan skema investasi internal sebanyak 400.000 sambungan rumah tangga (SR) di
seluruh Indonesia.
Pengawasan dipimpin oleh Komisaris PGN,
Warih Sadono bersama Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Achmad
Muchtasyar. Keduanya memastikan target pembangunan jargas sebanyak 2.000 SR di
Cirebon berjalan dengan baik.
Sedangkan total pelanggan jargas PGN di Cirebon
saat ini mencapai 36.718 SR. Warih mengatakan, untuk membangun jargas rumah
tangga memang bukan pekerjaan yang mudah sebab dibutuhkan kerja sama dan
koordinasi dengan seluruh stakeholder.
"Termasuk mendorong PGN meningkatkan koordinasi
dengan jajaran pemerintahan di wilayah yang akan dibangun jaringan gas sehingga
masyarakat bisa terlayani,” ujar Warih melalui keterangannya, Selasa
(25/10/2022).
Dengan pembangunan jargas, lanjutnya, PGN
berusaha untuk membantu mengurangi ketergantungan terhadap energi impor dan
mencukupinya dengan gas bumi sebagai produk dalam negeri. “Keuntungan dari
penggunaan gas bumi dibandingkan energi lain adalah lebih efisien dalam biaya
penggunaannya. Maka biaya konsumsi energi masyarakat yang dibayarkan pun bisa
lebih efisien,” ujar Warih.
Achmad Muchtasyar menambahkan, jargas di
Cirebon menggunakan sumber gas dari Pertamina EP. Dengan sumber gas yang cukup
dekat, pelanggan di Cirebon cukup agresif untuk menggunakan jargas.
“Diharapkan sebagian warga yang sudah terpasang
jargas akan segera gas in. Kami juga akan mengembangkan gas ke wilayah-wilayah
di sekitar Cirebon. Tentunya setelah pengembangan ke industri, maka akan
bertambah ke jaringan gas rumah tangga juga,” ujar Achmad.
Achmad juga mendorong PGN untuk memperluas
sosialisasi dan edukasi ke masyarakat mengenai gas bumi sebagai energi yang
aman. Mengingat pada masyarakat awam, terdapat paradigma bahwa semua gas
jenisnya sama.
“Jargas lebih aman, mengingat berat jenis gas
bumi lebih ringan dari udara, sehingga mudah terurai di udara. Itulah yang
menjadi faktor utama dari safety bahwa gas bumi lebih aman," katanya.




