Selain Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H., yang bertindak sebagai pembina upacara, hadir pula Wakil Wali Kota, Dra. Hj. Eti Herawati, Sekretaris Daerah (Sekda), Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si, unsur Forkopimda Kota Cirebon, pejabat Kemenag Kota Cirebon, hingga para tokoh agama dan santri.
"Hari Santri adalah hari untuk memperingati peran besar kaum kiai dan santri dalam perjuangan melawan penjajahan bangsa asing,” ungkap Nashrudin Azis dalam amanatnya.
Azis menambahkan, sejarah mencatat, melalui fatwa dari K.H. Hasyim Asy’ari yang kemudian dikukuhkan menjadi Resolusi Jihad, para santri bersama pejuang bangsa lainnya, memiliki peran besar dalam merebut kembali kedaulatan negara dari kolonialisme bangsa asing.
"Hal semacam ini perlu senantiasa kita ingat. Sebab, ingatan sejarah akan memberikan bekal tidak hanya bagi para santri, tetapi juga seluruh anak bangsa untuk selalu berbenah, memperbaiki kualitas diri, dan terlibat aktif dalam upaya-upaya memajukan bangsa Indonesia,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Azis lantas membacakan sambutan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas pada upacara peringatan Hari Santri tahun 2022.
“Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 telah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri.
Penetapan 22 Oktober merujuk pada tercetusnya ‘Resolusi Jihad’ yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” tutur Azis membacakan naskah sambutan Menteri Agama.
Disampaikan Azis, menjaga martabat kemanusiaan adalah salah satu tujuan diturunkannya agama di muka bumi.
Sebagai insan yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai agama, santri selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
“Santri senantiasa berprinsip bahwa menjaga martabat kemanusiaan adalah esensi ajaran agama.
Apalagi di tengah kehidupan Indonesia yang sangat majemuk. Bagi santri, menjaga martabat kemanusiaan juga berarti menjaga Indonesia,” katanya.
Di sisi lain, peringatan Hari Santri bukanlah milik santri semata.
Hari santri adalah milik semua komponen bangsa yang mencintai tanah air, milik mereka yang memiliki keteguhan dalam menjunjung nilai-nilai kebangsaan.



