Sertijab yang digelar di Aula Kemenag Kota Cirebon ini dihadiri pejabat dan jajaran pegawai, Senin (10/10/22).
Kepala Kemenag Kota Cirebon yang lama, Dr. Moh Ahsan menuturkan, pihaknya mendorong program yang sudah berjalan agar lebih dimaksimalkan, mengingat arahan Kementerian Agama bersifat satu komando.
“Jadi, program yang sedang berjalan selaras dengan kebijakan Kementerian Agama pusat,” tuturnya.
Adapun program prioritas yang sudah dilaksanakannya yakni soal bantuan hibah berupa tanah dan kantor dari Pemerintah Daerah Kota Cirebon yakni KUA Harjamukti.
Disamping itu, lanjut Ahsan, soal Perda Pesantren yang sedang digulirkan agar terus dimaksimalkan di tingkat Kota Cirebon dengan menggandeng Pemda dan legislatif agar bisa cepat terwujud demi kemaslahatan pesantren yang ada di Kota Cirebon.
“Mudah-mudahan ini semua bisa terwujud dengan hadirnya pemimpin baru,” terangnya.Sementara itu, Kepala Kemenag Kota Cirebon baru, Saefuddin Jazuli mengungkapkan, pihaknya akan meneruskan program-program yang sedang dan yang akan dilaksanakan.
Untuk Perda Pesantren, dirinya akan meningkatkan secara intensif dengan pemerintah daerah Kota Cirebon dan DPRD.
“Kami siap bertukar pikiran dan memberikan masukan kepada Pemda dan DPRD untuk menuntaskan Perda Pesantren ini. Krena ungkapnya.
Dijelaskan dia, saat ini Pesantren perlu diberdayakan karena akan menjadi semangat dari atas sampai ke bawah termasuk kemandirian. Dan ketika pesantren menerima sesuatu juga ada legal formal serta dasar hukumnya.
“Kami sudah mempunyai bayangan dari daerah lain yang sudah mengetuk palu soal Perda Pesantren ini. Jadi, mestinya Kota Cirebon tidak perlu berlama lama menuntaskan Perda Pesantren,” pungkasnya.
Narasi : pojokjabar



