Menurut Kepala Desa Sangkanurip, Jujun, mayat Solihin sudah mengeluarkan cairan dan beberapa organnya terlihat menghitam.
"Korban meninggal akibat penyakit asma yang dideritanya," ujar Jujun dilansir dari tribun jabar.
Jujun mengatakan, Solihin merupakan warga desa setempat yang dipercaya Opik, pemilik vila untuk menetap dan mengurus vila.
Adapun pemilik vila merupakan Warga Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan.
"Vila itu milik Pak Opik warga Kecamatan Ciwaru, yang kebetulan pejabat di Kabupaten Indramayu," ujarnya.
Jujun menambahkan, Solihin sudah lebih dari setahun mengurusi lingkungan vila tersebut.
"Kalau gak salah, korban sudah empat tahun menjadi orang kepercayaan pemilik vila. Jadi, korban selain menetap di vila, mengurusi lingkungan, pertamanan, dan kebersihan vila juga," ujarnya.
Kapolres Kuningan AKBP Dhany Aryanda melalui Kapolsek Cilimus, AKP Edi Baryana korban meninggal diduga dari lima hari sebelumnya.
Kematian korban, kata AKP Edi Baryana, diduga akibat penyakit asma seperti keterangan keluarga korban yang ikut dalam kegiatan evakuasi tadi.
"Berdasarkan keterangan keponakannya, saat Senin lalu keponakan kirim makanan. Tapi gak bertemu karena dikunci. Jadi, korban meninggal itu kemungkinan terjadi pada malam atau pas hari Seninnya," katanya.
Awal penemuan korban diketahui itu oleh pemilik saat hendak masuk ke villa tersebut. "Jadi, saat Pak Opik (pemilik vila) mau ke vila itu penasaran dengan tidak sahutan dari korban.
Dari situ muncul kecurigaan dan ternyata penunggu vila sudah meninggal dunia," ujarnya.
Narasi : tribunjabar



