Adakah kaitannya antara sering minum teh dengan anemia?
Table of Contents
INFO KESEHATAN, - Kebiasaan minum teh setelah makan atau ketika makan sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia, mulai dari kalangan anak-anak sampai dewasa termasuk wanita hamil serta usia lanjut.
Baik teh panas maupun es teh, selalu menjadi favorit minuman setelah makan maupun ketika makan. Karena kebiasaan tersebut, berbagai jenis makanan terasa kurang lengkap jika tidak didampingi dengan minum teh.
Namun, apakah kalian tahu, Kebiasaan minum teh setelah makan dapat menyebabkan anemia?
Mungkin tersirat sebuah pertanyaan, mengapa minum teh setelah makan maupun
ketika dapat menyebabkan anemia.
Padahal, teh kaya akan antioksidan yang dapat
dimanfaatkan oleh tubuh sebagai penangkal radikal bebas.
Namun, jika teh dikonsumsi di waktu yang salah, akan menimbulkan dampak buruk bagi tubuh.
Berikut penjelasannya, Teh merupakan minuman yang banyak mengandung antioksidan. Teh juga diketahui mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan, salah satunya yaitu menurunkan resiko terjadinya penyakit kardiovaskular.
Walaupun teh mempunyai banyak manfaat kesehatan, namun ternyata teh juga mempunyai kandungan tannin yang merupakan salah satu zat yang dapat menghambat absorbsi atau penyerapan zat besi sehingga hal ini menjadi salah satu penyebab terjadinya anemia.
Tanin merupakan salah satu senyawa polifenol yang dapat menghambat absorbsi zat
besi terutama yang bersumber dari produk hewani.
Oleh karena itu, ketika kalian makan
makanan sumber zat besi seperti daging merah, telur dan makanan sumber zat besi lainnya, harus hindari minum dengan teh 2-3 jam sebelum atau sesudah makan.
Kebiasaan minum teh setelah makan atau saat makan dengan kejadian anemia sudah banyak diteliti, salah satunya oleh Lisisna dan Rachmiyani (2021) dengan judul jurnal penelitian “Hubungan Antara Frekuensi Minum Teh Dengan Anemia Pada Wanita Hamil”,
hasilnya menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara frekuensi minum teh dengan
anemia pada wanita hamil trimester ketiga.
Selain itu, penelitan lain yang dilakukan oleh
Nursilaputri et. al (2022) dengan judul penelitian “Literatur Review: Konsumsi Teh Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja”, hasilnya menunjukkan bahwa remaja yang sering mengonsumsi teh akan berisiko tinggi terkena anemia dibandingkan dengan remaja yang jarang maupun tidak mengonsumsi teh, terutama saat makan makanan sumber zat besi.
Di dalam jurnal ini, disarankan mengkonsumsi teh dengan catatan tidak lebih dari 2 cangkir
atau sekitar 440 ml dengan air seduhan teh yang tidak terlalu pekat.
Oleh karena itu, untuk membantu absorbsi zat besi agar tidak berisiko terkena anemia,
maka kalian harus menghindari makanan dan minuman yang berperan sebagai inhibitor atau
penghambat penyerapan zat besi, salah satunya yaitu teh.
Sebaiknya, saat makan makanan sumber zat besi, minumlah dengan air mineral atau sumber vitamin C seperti jus jeruk, karena jus jeruk merupakan vitamin yang membantu absorbsi zat besi.
Kalian harus memperhatikan juga pembuatan jus jeruk, karena vitamin C mudah rusak (denaturasi) oleh panas, maka sebaiknya penyeduhan jus jeruk tidak menggunakan air panas, hal ini akan menyebabkan hilangnya manfaat vitamin C.
Sayangi tubuhmu, dengan menjaga pola makan yang baik.
Ditulis oleh :
1. Dwi Setianingsih
2. Fia Sabrina Nur Baety
3. Ismi Nur Azizah
4. Sella Anjeli
5. Sri Rahayu
Asal : Prodi Gizi Universitas Muhammadiyah Cirebon