Komunikasi Kepemimpinan BEM KM Fisip UGJ Cirebon
Table of Contents
Kegiatan ini bertujuan untuk mengkaji penerapan komunikasi kepemimpinan. Kegiatan tersebut diikuti oleh Aura Anis Zachia, Keisha Firyal, Nok Rines Ismara, Reizal Zahara, Bayu Pratama, Dewi Indriyani, Rizki Dwi Nur, Muhammad Riffat, Filiah Nuralifah didampingi oleh dosen pembimbing Novicky Alban Adiputra, S.Ds., M.Ds.
Kepemimpinan dalam organisasi mahasiswa sering kali dipahami sebatas jabatan dan kewenangan struktural. Cara pemimpin menyampaikan visi, membuka ruang dialog, serta merespons aspirasi anggota menjadi faktor penentu efektivitas organisasi.
Praktik tersebut dapat dilihat dalam pola komunikasi kepemimpinan yang dijalankan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Swadaya Gunung Jati (BEM KM FISIP UGJ).
Berdasarkan hasil wawancara dengan Gubernur BEM KM FISIP UGJ, komunikasi kepemimpinan diawali dengan kejelasan visi dan misi organisasi. Ia menegaskan bahwa visi tidak boleh berhenti pada tataran pimpinan, tetapi harus dipahami hingga ke seluruh pengurus.
Pembagian orientasi tersebut menjadi pedoman komunikasi agar setiap program kerja memiliki arah yang sama dan relevan dengan identitas organisasi mahasiswa.
Gaya komunikasi yang digunakan dalam rapat-rapat besar cenderung demokratis dan partisipatif. “Setiap ada putusan, kita diskusikan bersama, karena kita butuh jawaban-jawaban mereka untuk menguji nalar kritisnya,” jelas Gubernur BEM KM FISIP UGJ.
Komunikasi kepemimpinan juga diwujudkan melalui kemampuan mendengarkan aspirasi anggota. Aspek transparansi menjadi elemen penting lainnya dalam membangun kepercayaan internal.
Meminimalisir jarak antara pimpinan dan anggota, Gubernur BEM KM FISIP UGJ menerapkan pendekatan kedekatan personal dan keteladanan. Di era digital, komunikasi kepemimpinan dituntut semakin adaptif seperti penggunaan WhatsApp atau Google Meet, dan untuk ke luar organisasi digunakan Instagram BEM.
Seorang pemimpin perlu memiliki kemampuan membangun hubungan antarindividu, karena melalui komunikasi yang efektif dapat menumbuhkan motivasi, kreativitas, dan kerja sama yang mendukung tercapainya tujuan organisasi (Marbun et al., 2023).
Menghadapi karakter mahasiswa yang beragam, perbedaan justru dipandang sebagai potensi. “Saya senang kalau ada perbedaan pendapat, selama tujuannya tetap sama.”
Praktik komunikasi kepemimpinan yang dijalankan oleh Gubernur BEM KM FISIP UGJ menunjukkan bahwa kepemimpinan mahasiswa yang efektif dibangun melalui dialog, transparansi, dan keteladanan.
Penulis : Aura Anis Zachia, Keisha Firyal, Nok Rines Ismara, Reizal Zahara, Bayu Pratama, Dewi Indriyani, Rizki Dwi Nur, Muhammad Riffat, Filiah Nuralifah
Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas : Universitas Swadaya Gunung Jati