BMKG : Ancaman Fenomena El Nino di Sejumlah Wilayah Indonesia
Table of Contents
INFO, - Krimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan potensi terjadinya El Nino di Indonesia di tahun 2023.
Mengutip dari website resmi BMKG, El Nino adalah fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normalnya yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah.
Pemanasan SML ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan mengurangi curah hujan di wilayah Indonesia.
Singkatnya, El Nino memicu terjadinya kondisi kekeringan untuk wilayah Indonesia secara umum.
Kepala Badan BMKG, Dwikorita Karnawati menyebut El Nino akan berpotensi meningkatkan jumlah titik api dan kondisi kerawanan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
"Langkah-langkah strategis perlu dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi dampak lanjutan. Utamanya sektor-sektor yang sangat terdampak seperti sektor pertanian, terutama tanaman pangan semusim yang sangat mengandalkan air," ujar Dwikorita dikutip dari kompas.
Lebih lanjut, Dwikorita juga memberikan langkah strategis untuk meminimalisir dampak dari El Nino, yakni dengan mengoptimalkan penggunaan infrastruktur pengelolaan sumber daya air, seperti waduk, bendungan, embung, dll untuk menyimpan air.
Sementara itu, Plt Kepala Pusat Perubahan Iklim BMKG, Fachri Rajab mengatakan puncak kemarau di Indonesia di tahun 2023 akibat fenomena El Nino diperkirakan akan terjadi pada Juli hingga September.
Hujan bulanan periode Juni hingga Oktober 2023 diprediksi dapat mencapai kondisi bawah normal atau lebih kering dari rata-rata.
"Puncak musim kemarau diprakirakan akan terjadi pada Juli, Agustus, dan September 2023, yaitu sebanyak 582 ZOM (83 persen). Dibandingkan dengan normal, puncak musim kemarau 2023 diprakirakan SAMA pada 390 ZOM (55,8 persen), MAJU pada 174 ZOM (24,9 persen), dan MUNDUR sebanyak pada 135 ZOM (19,3 persen)," terangnya.
Ancaman El Nino rupanya tidak hanya menghantui Indonesia, tapi juga beberapa negara seperti Amerika Serikat.
Ilmuwan AS bahkan memperkirakan El Nino bisa mengakibatkan tahun 2024 menjadi tahun terpanas sepanjang sejarah.