Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Lis Nuraini, mengungkapkan bahwa tindakan pencegahan yang ketat perlu dilakukan.
Sebagian besar populasi sapi di Kabupaten Cirebon berasal dari wilayah Jawa Timur hingga Jawa Tengah.
"Kasus yang terjadi di Gunungkidul menjadi semacam peringatan bagi pemerintah dan masyarakat. Kita perlu melakukan tindakan pencegahan yang ketat," ujar Lis di Kabupaten Cirebon, Minggu (9/7/2023).
Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon memastikan bahwa belum pernah ada kasus antraks yang terjadi di Kabupaten Cirebon.
Lis menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, penyakit yang menyerang hewan ternak di wilayah tersebut adalah penyakit mulut dan kuku (PMK) serta lumpy skin disease (LSD).
Lis menambahkan bahwa dalam upaya mencegah penyakit pada hewan ternak, pihaknya mewajibkan setiap pengangkut hewan ternak untuk melampirkan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) saat memasuki Kabupaten Cirebon.
"Kita tidak boleh lengah. Kami akan memperketat pengawasan dan memeriksa kesehatan setiap hewan yang masuk ke Kabupaten Cirebon," ujar Lis.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) mengumumkan bahwa tiga orang warga Gunung Kidul meninggal dunia akibat terinfeksi antraks.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, menyatakan bahwa ketiga korban termasuk dalam total 93 orang yang diduga terinfeksi antraks setelah mengonsumsi daging sapi yang tidak sehat atau berasal dari hewan yang mati karena penyakit.
"Masyarakat perlu waspada sebelum mengonsumsi daging sapi yang berasal dari wilayah penyebaran virus antraks," kata Siti.
Antraks merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri bernama Bacillus anthracis, yang membentuk spora.
Penyakit ini umumnya menyerang hewan seperti sapi, domba, dan kambing, tetapi juga dapat menyerang manusia jika terjadi kontak langsung atau bahkan mengonsumsi hewan yang terinfeksi.
Penularan bakteri antraks dapat terjadi melalui kontak langsung atau tidak langsung dengan spora Bacillus anthracis. Penyebaran dapat terjadi melalui tiga jalur utama, yaitu melalui kulit (melalui luka terbuka pada kulit), inhalasi (menghirup spora), dan ingestia (menelan spora).
Gejala penyakit antraks pada manusia dapat muncul dalam rentang waktu 1-5 hari setelah terpapar bakteri Bacillus anthracis. Setelah masuk ke dalam tubuh, bakteri antraks akan berkembang biak dan menghasilkan racun yang dapat menyebabkan penyakit antraks.
SC : beritasatu



