Sebuah insiden tragis terjadi di Kabupaten Cirebon, tepatnya di wilayah PT KAI Daop III, pada Selasa, 8 Oktober 2024. Seorang pria berusia 25 tahun berinisial AS, warga Desa Weru Kidul, Kecamatan Weru, ditemukan tewas setelah tertabrak kereta api di jalur KM 213+3/4, perlintasan tanpa palang pintu di Desa Sarabau.
Menurut informasi yang diterima dari PT KAI, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB ketika kereta api Blambangan Ekspres relasi Pasar Senen-Surabaya Pasarturi melintas di lokasi kejadian.
Manajer Humas PT KAI Daop III Cirebon, Rokhmad Makin Zainul, menjelaskan bahwa masinis kereta sudah membunyikan klakson saat melihat seseorang berada di dekat rel, namun sayangnya korban tidak menghindar dan akhirnya tertabrak kereta.
“Masinis sudah berupaya memberikan peringatan dengan membunyikan klakson, namun korban tidak bergerak menjauh, hingga tertabrak dan terpental ke arah samping jalur rel,” ujar Rokhmad kepada wartawan.
Setelah menerima laporan, petugas Polsuska Daop III Cirebon segera menuju lokasi untuk melakukan pengecekan.
Tim juga langsung berkoordinasi dengan Polsek Plered untuk proses identifikasi dan evakuasi korban. Korban kemudian dibawa ke RSUD Gunung Jati untuk penanganan lebih lanjut.
Korban Sedang Mempersiapkan Pernikahan
Sebuah fakta menyedihkan muncul dari insiden ini. AS diketahui akan melangsungkan pernikahan pada 10 Oktober 2024, hanya dua hari setelah insiden. Undangan pernikahannya pun sudah tersebar di kalangan keluarga dan kerabat.
Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan oleh pihak kepolisian.
PT KAI Daop III Cirebon menghimbau masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati, terutama di area perlintasan kereta api tanpa palang pintu.
SC : arahpantura




