Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kopiluhur menjadi sorotan Komisi II DPRD Kota Cirebon saat rapat kerja bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon di ruang rapat gedung DPRD, Jumat (10/1/2025).
Ketua Komisi II DPRD M Handarujati Kalamullah SSos MAP menilai perlu adanya revitalisasi TPA Kopiluhur segera mungkin, mengingat masa daya tampungnya yang diprediksi hanya bertahan tiga tahun ke depan.
Menurutnya, hal ini bisa segera dilakukan tindakan oleh pemerintah daerah, apalagi saat ini kawasan TPA Kopiluhur sekitar 11,3 hektare telah bersertifikat resmi.
“Hal ini menjadi permasalahan mendasar dan perbaikan ke depan yakni revitalisasi TPA Kopi Luhur, Untuk revitalisasi setidaknya butuh support anggaran 54 miliar,” kata pria yang disapa Andru usai rapat.
Revitalisasi TPA sangat penting dilakukan apalagi jika terjadi kondisi cuaca yang ekstrem. Ia mencontohkan, jika musim panas TPA rentan terjadi kebakaran dan jika musim hujan serapan air juga turut mengkontaminasi sumber air masyarakat sekitar.
Untuk mempercepat revitalisasi tersebut, Komisi II juga meminta agar DLH membuat rancangan desain yang nantinya dapat disampaikan ke pemerintah pusat melalui kementerian untuk penyerapan anggaran daerah. Karena sejauh ini, penyerapan anggaran DLH pun hanya sekitar 94 persen, sehingga cukup memberatkan apalagi jika menggunakan serapan APBD untuk proses revitalisasi.
Kendati demikian, Andru juga mengapresiasi upaya DLH untuk mengoptimalkan kenaikan pendapatan daerah melalui retribusi sampah dengan mengubah status hukum unit pengelola persampahan menjadi BLUD.
Selain itu, sebagian unit persampahan akan di-BLUD-kan, sehingga jika dikelola dengan baik maka akan menghasilkan potensi PAD yang lebih optimal,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala DLH Kota Cirebon dr Yuni Darti Sp GK menekankan akan fokus melakukan revitalisasi TPA Kopi Luhur dan Taman Kehati serta mempercepat Perwal BLUD untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah di Kota Cirebon.
Khusus untuk revitalisasi TPA, proses tersebut akan terbagi dalam dua tahap. Untuk tahun 2025 akan fokus pada perancangan desain dan detail engineering design (DED). Sementara untuk pembangunan infrastruktur akan dimulai pada 2026 mendatang



