Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, dan Sekretaris Daerah, Agus Mulyadi, menghadiri peluncuran aplikasi Real Time Monitoring Village Management Funding atau Jaga Desa yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Aplikasi ini bertujuan memperkuat pengawasan penggunaan dana publik di tingkat lokal dan meningkatkan transparansi serta akuntabilitas keuangan daerah.
Pemerintah Kota Cirebon memandang aplikasi Jaga Desa sebagai langkah strategis dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan anggaran dan mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah.
Dengan pengawasan berbasis digital, pengelolaan keuangan desa dapat dilakukan secara real-time, sehingga meminimalisir potensi penyelewengan dana.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menekankan pentingnya digitalisasi pengelolaan keuangan desa untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan transparansi.
Menurutnya, penguatan kapasitas sumber daya manusia di tingkat desa sangat diperlukan untuk mengelola keuangan dan memanfaatkan teknologi digital dengan baik.
Aplikasi Jaga Desa dapat membantu meningkatkan :
1. Transparansi :
Memungkinkan masyarakat mengakses informasi keuangan desa secara online
2. Akuntabilitas :
Mencatat transaksi secara akurat dan terperinci
3. Efisiensi :
Mengotomatiskan tugas-tugas berulang dan mempercepat proses pengelolaan keuangan
Dengan adanya aplikasi ini, Pemerintah Kota Cirebon optimistis dapat mencapai target pengelolaan keuangan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.



