Isu Beras Oplosan Plastik di Babakan Cirebon Terbantahkan, Hasil Sidak: Aman Dikonsumsi
Isu beredarnya beras oplosan plastik di wilayah Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, akhirnya terbantahkan.
Tim gabungan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Cirebon melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah toko ritel modern dan pasar tradisional.
Kabid Perdagangan dan Pengendalian Barang Pokok dan Penting (Dagdalbapokting) Disperdagin, Peni Sigiarsih, menjelaskan sidak dilakukan menindaklanjuti laporan masyarakat. Namun hasil pengecekan menunjukkan seluruh beras yang diperiksa aman dan tidak ada indikasi oplosan plastik.
“Semua beras yang diperiksa aman. Bahkan produsen sudah melampirkan selebaran resmi yang menegaskan keamanan produk mereka,” ujar Peni.
Selain ritel modern, tim juga menelusuri pasar tradisional di kawasan Babakan. Hasilnya, beras yang diisukan tidak ditemukan dijual di pasar. Bahkan harga beras tersebut justru lebih tinggi dibandingkan beras premium biasa.
Isu ini muncul karena bentuk beras sedikit berbeda dari biasanya. Setelah ditelusuri, merek beras yang dimaksud adalah Beras Anak Raja, produk legal yang dijual luas di ritel modern seluruh Indonesia.
Perwakilan toko ritel, Pramesti, menegaskan bahwa beras tersebut justru berfungsi sebagai beras bergizi.
“Kernel beras ini mengandung vitamin B6, B9, B12, serta zat besi dan zinc. Jadi bukan oplosan plastik, melainkan beras bergizi yang aman dikonsumsi,” jelas Pramesti.
Produsen beras tersebut juga sudah memberikan klarifikasi resmi melalui media sosial.
Pihak ritel kini aktif memberikan penjelasan kepada pembeli mengenai manfaat dan kandungan kernel tersebut.
Analis Ketahanan Pangan DKPP Kabupaten Cirebon, Sumarna, menambahkan bahwa beras tersebut diproduksi oleh perusahaan di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, yang sudah mengantongi izin dari Badan Pangan Nasional.
“Kernel itu dibuat dari tepung beras yang dicetak, lalu diperkaya vitamin dan mineral. Fungsinya bagus sekali, salah satunya untuk membantu mencegah stunting,” jelasnya.
Dengan hasil sidak ini, masyarakat diimbau tidak mudah terprovokasi oleh isu beras oplosan plastik yang beredar di media sosial.



