Notification

×

Iklan

Iklan

Dosen UIN Siber Syekh Nurjati Kembangkan Platform Pendidikan Islam Digital di Australia

5 November 2025 | November 05, 2025 WIB Last Updated 2025-11-05T12:32:27Z
Dosen UIN Siber Syekh Nurjati Kembangkan Platform Pendidikan Islam Digital di Australia

Dua dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Kependidikan (FITK) Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Atikah Syamsi dan Dr. Maulidya Ulfah, berhasil mengembangkan platform digital pendidikan Islam di Australia melalui riset kolaboratif internasional.



Kolaborasi ini melibatkan Deni Hadiana dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Ayu Luhanarky dari Monash University, Australia. Tim riset tersebut menerima hibah penelitian “Mora The Air Funds 2024”, program kolaborasi antara Kementerian Agama RI (Kemenag) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Penelitian bertajuk “Digitalizing Islamic Teaching and Learning: Toward a Transformative Model for Migrant Children’s Education” ini berlangsung di Melbourne, 21–28 Oktober 2025, dengan fokus mengembangkan model pembelajaran Islam digital yang relevan bagi anak-anak Indonesia di negara maju, khususnya di lingkungan diaspora Muslim.


Ciptakan Platform Interaktif “Tarbiyah-MAE”

Dalam pelaksanaan riset di Melbourne, tim melakukan pengumpulan data lapangan, wawancara dengan keluarga diaspora, serta uji coba aplikasi “Tarbiyah-MAE” — sebuah platform digital interaktif yang dirancang untuk membantu anak-anak migran mempelajari ajaran Islam secara menyenangkan dan kontekstual.

"Anak-anak diaspora bukan kehilangan iman, melainkan kehilangan medium belajar agama yang sesuai dengan realitas digital mereka,” ujar Dr. Atikah Syamsi saat berdiskusi dengan akademisi Monash University, Fida Sanjakdar, Ph.D., di Faculty of Education, Monash University, akhir Oktober lalu.


Menurutnya, Tarbiyah-MAE diharapkan menjadi ruang belajar Islam yang informatif, reflektif, dan transformasional, selaras dengan budaya digital generasi muda diaspora.

Hasil awal penelitian menunjukkan tingkat validasi ahli mencapai 85,6%, menandakan platform ini layak digunakan dan memiliki potensi besar dalam mentransformasi pembelajaran agama di komunitas diaspora. Selain itu, 74% orang tua peserta uji coba aktif menggunakan fitur pemantauan belajar anak, menandakan tingginya penerimaan terhadap integrasi teknologi dalam pendidikan Islam.


Dorong Inovasi Pendidikan Islam Global

Program Mora The Air Funds merupakan inisiatif strategis Kemenag RI dan LPDP untuk memperkuat jejaring riset internasional di bidang pendidikan Islam berbasis digital. Program ini membuka peluang bagi akademisi Indonesia untuk berkolaborasi dengan universitas terkemuka dunia.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan LPDP dan Kemenag melalui Mora The Air Funds. Dukungan dari pimpinan UINSSC, LP2M, serta Monash University menjadi kunci keberhasilan riset ini,” tutur Dr. Atikah Syamsi, M.Pd.I.


Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Aan Jaelani, menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian kedua dosen FITK tersebut.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa dosen UIN Siber Syekh Nurjati mampu berkompetisi di level internasional. Kolaborasi dengan Monash University menjadi bukti nyata transformasi akademik yang berorientasi global dan berbasis digital,” ujar Prof. Aan.


FITK Dukung Pengembangan Islamic EdTech

Dekan FITK UIN Siber, Dr. Saifuddin, menegaskan bahwa keberhasilan dua dosen tersebut menjadi inspirasi bagi sivitas akademika lainnya.

“Kami bangga atas capaian Dr. Atikah dan Dr. Maulidya. Riset ini sangat relevan dengan misi FITK dalam mengembangkan pembelajaran Islam berbasis teknologi dan konteks masyarakat global,” tuturnya.


Model pembelajaran yang dikembangkan, bertajuk “Tarbiyah-MAE: Digital Learning Resources for Diaspora Identity Empowerment”, dinilai sebagai kontribusi baru dalam ranah Islamic EdTech global, menjawab tantangan pendidikan Islam di era digital dan migrasi modern.

Langkah ini sejalan dengan visi besar UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk menjadi Pusat Open Islamic Educational Resources (OIER), memperkuat posisi Indonesia sebagai pelopor pendidikan Islam berbasis teknologi di tingkat dunia.
×
Berita Terbaru Update