ZMedia Purwodadi

Kakorlantas menegaskan bahwa Operasi Ketupat bukan sekadar rutinitas pengamanan arus mudik dan balik

Table of Contents
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., menerima audiensi rencana kerja dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) di Korlantas Polri, Senin (19/1/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Kakorlantas menegaskan bahwa Operasi Ketupat bukan sekadar rutinitas pengamanan arus mudik dan balik, melainkan momentum kehadiran nyata Polantas Polri dalam melayani masyarakat serta menjaga kondusivitas keamanan nasional.



Irjen Pol Agus menyampaikan, Operasi Ketupat juga menjadi upaya memastikan Harkamtibmas tetap terjaga, menekan kasus-kasus menonjol, serta mewujudkan lalu lintas yang aman, selamat, tertib, dan lancar selama periode libur panjang.

Ia menilai pelaksanaan Operasi Ketupat 2025 berjalan cukup baik dengan adanya perubahan cara bertindak (CB) yang lebih revolusioner. Pengelolaan arus mudik kini dilakukan berbasis data dan teknologi, bukan lagi sekadar mengandalkan insting.

Lebih lanjut, Kakorlantas menyoroti sejumlah klaster penting yang menjadi perhatian, mulai dari jalur arteri, jalan tol, penyeberangan, terminal, bandara, stasiun, hingga tempat ibadah dan destinasi wisata. Seluruh titik tersebut diprediksi akan mengalami lonjakan pergerakan masyarakat dan kendaraan.

Menyongsong Operasi Ketupat 2026, pendekatan humanis menjadi prioritas utama. Dalam penegakan hukum lalu lintas, Korlantas Polri berkomitmen mengoptimalkan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) hingga 95 persen, sementara tilang manual hanya 5 persen.

Langkah ini diharapkan mampu menghadirkan pelayanan lalu lintas yang lebih modern, humanis, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.