Pejalan Kaki Meninggal, Terperosok Trotoar Berlubang di Jalan Yos Sudarso Kota Cirebon
Table of Contents
Kecelakaan tragis menimpa seorang pejalan kaki di Jalan Yos Sudarso, Kota Cirebon, Jawa Barat. Seorang pria dilaporkan meninggal dunia setelah terperosok ke dalam lubang trotoar pada Sabtu (3/1/2026) dini hari.
Korban diketahui bernama Edison (52), warga Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon. Ia diduga terpeleset dan jatuh ke dalam lubang besar pada trotoar yang menganga tanpa pengaman.
Akibat kejadian tersebut, korban terjatuh ke saluran air sedalam sekitar 135 sentimeter dan mengalami benturan keras di bagian kepala dengan beton selokan.
Lokasi kejadian diketahui berada di depan SPBU Cangkol, Jalan Yos Sudarso. Trotoar di kawasan tersebut dilaporkan dalam kondisi berlubang, minim penerangan, dan tidak dilengkapi tanda peringatan, sehingga berpotensi membahayakan pejalan kaki, terutama pada malam hingga dini hari.
Korban pertama kali ditemukan oleh seorang tukang becak bernama Pendi (60) sekitar pukul 04.00 WIB. Saat melintas di lokasi, saksi melihat bagian kaki seorang laki-laki berada di dalam saluran air di bawah trotoar.
“Awalnya saya lihat ada kaki di selokan, setelah didekati ternyata ada orang di dalam,” ungkap saksi kepada warga sekitar.
Saksi kemudian memberitahukan temuannya kepada warga setempat. Tak lama berselang, warga berdatangan dan melaporkan kejadian tersebut kepada Bhabinkamtibmas Kelurahan Lemahwungkuk.
Mendapat laporan, Kapolsek Lemahwungkuk Iptu Usep Winta bersama anggota, Unit Inafis, serta personel Samapta Polres Cirebon Kota segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Jenazah korban selanjutnya dievakuasi dan dibawa ke RSD Gunung Jati Cirebon guna menjalani pemeriksaan medis dan forensik.
“Berdasarkan pemeriksaan sementara di lokasi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau luka akibat senjata tajam. Namun terdapat memar yang diduga akibat benturan dengan beton penutup parit,” kata Iptu Usep Winta, Sabtu pagi.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M Aris Hermanto menegaskan bahwa penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil pemeriksaan dokter forensik.
“Hingga saat ini, proses identifikasi dan penyelidikan masih berjalan. Kami masih menunggu hasil resmi dari dokter forensik untuk memastikan penyebab kematian korban,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi sorotan terkait kondisi fasilitas pejalan kaki di Kota Cirebon.
Warga berharap adanya perhatian serius dari pihak terkait agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan keselamatan pejalan kaki dapat lebih terjamin.