ZMedia Purwodadi

Pemkab Cirebon Tanam Pohon di Kawasan City Land untuk Pelestarian Lingkungan dan Mitigasi Banjir

Table of Contents
Pemerintah Kabupaten Cirebon melaksanakan kegiatan penanaman pohon di lahan milik pemerintah daerah seluas 4.500 meter persegi atau kawasan City Land. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pelestarian lingkungan sekaligus langkah mitigasi risiko banjir di wilayah Kabupaten Cirebon.




Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, mengatakan bahwa penanaman pohon menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan alam, terutama di tengah masih tingginya intensitas curah hujan pada tahun ini.

“Penanaman pohon ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk melestarikan alam dan mengurangi risiko banjir di Kabupaten Cirebon,” ujar Agus Kurniawan Budiman yang akrab disapa Jigus, Rabu (7/1/2025).

Menurut Jigus, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi para pengembang perumahan, masyarakat, serta seluruh perangkat daerah agar turut berperan aktif melakukan penanaman pohon di wilayah masing-masing. 

Upaya penghijauan, kata dia, perlu dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan seluruh elemen.

“Ke depan, penanaman pohon tidak hanya dilakukan di lokasi ini, tetapi juga di area lain, terutama di lahan terbuka hijau dan kawasan perumahan,” katanya.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah akan memprioritaskan penanaman pohon di wilayah dengan kontur tanah berbukit serta daerah yang rawan terjadi limpasan air saat hujan deras. 

Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan daya resap air dan mengurangi potensi banjir.

Jigus mengungkapkan, banjir yang sempat terjadi di Kabupaten Cirebon sebelumnya dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Salah satunya adalah menyatunya aliran sungai dari beberapa sumber air, ditambah dengan adanya sedimentasi di alur sungai.

“Banjir kemarin cukup besar, salah satu penyebabnya karena beberapa sumber air menyatu menjadi satu aliran, selain adanya sedimentasi sungai,” ungkapnya.

Selain upaya struktural, Jigus menegaskan bahwa penanganan banjir membutuhkan kolaborasi dari seluruh pihak. 

Ia mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan, khususnya dengan tidak membuang sampah ke sungai.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Cirebon terus berupaya melakukan berbagai langkah penanganan banjir agar dampaknya dapat diminimalkan. 

Hal ini dilakukan mengingat berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), intensitas hujan diperkirakan masih akan berlangsung hingga April mendatang.

Dengan langkah penghijauan dan kolaborasi lintas sektor, Pemkab Cirebon berharap upaya mitigasi banjir dapat berjalan optimal sekaligus mendukung pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.