Batik dan Topeng Cirebon Mendunia : Buah Pendampingan PNM Mekaar yang Berkelanjutan
Table of Contents
Di balik tumbuhnya usaha kecil di sudut-sudut kampung, tersimpan proses panjang yang kerap luput dari perhatian. Bagi jutaan perempuan prasejahtera, kesempatan berkembang tidak hanya soal tambahan modal, tetapi juga tentang pendampingan serta akses terhadap peluang yang lebih luas.
Melalui pendekatan pemberdayaan menyeluruh, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menghadirkan pembiayaan, pendampingan usaha, serta akses jejaring kreatif bagi pelaku usaha ultra mikro, mikro, dan kecil agar mampu tumbuh berkelanjutan.
Di Kota Wali Cirebon, komitmen tersebut tercermin dalam kolaborasi karya nasabah PNM Mekaar Cabang Cirebon, Ibu Ariri, pengrajin batik lokal, dengan desainer ternama Indonesia, Rinaldy Yunardi.
Karya kolaborasi ini ditampilkan dan dilelang dalam rangkaian kegiatan Sonderlab x Kaca Kreatif pada 23–26 Oktober 2025. Seluruh hasil lelang didonasikan untuk mendukung pendidikan di Indonesia, sekaligus membuktikan bahwa karya usaha ultra mikro memiliki nilai ekonomi dan dampak sosial.
“Saya tidak pernah menyangka usaha batik sederhana ini bisa berkembang sejauh sekarang. Pendampingan dan pelatihan dari PNM membuka kesempatan besar bagi saya,” ujar Ariri.
Selain itu, Ibu Sri, pengrajin topeng asal Cirebon, menjadi representasi nasabah yang dinilai siap melangkah ke panggung nasional.
Sejak bergabung dalam program Mekaar pada 2022 dan mengikuti inkubasi Mekaarpreneur 2025, usahanya terus berkembang melalui pendampingan intensif. Pemimpin Cabang PNM Cirebon, Erwin Syafriadi, menegaskan bahwa pembinaan berkelanjutan menjadi kunci agar pelaku usaha naik kelas tanpa kehilangan identitas lokal.
#PNM #PNMMekaar #PemberdayaanUMKM #UMKMNaikKelas #PerempuanBerdaya