Notification

×

Iklan

Iklan

Dedi Mulyadi Turun Langsung ke Kecamatan Maulusma Kabupaten Majalengka, akan relokasi korban pergerakan tanah

20 Februari 2026 | Februari 20, 2026 WIB Last Updated 2026-02-20T02:03:56Z
Hujan yang mengguyur sejak subuh mengawali Ramadan di Jawa Barat, Kamis (19/2/2026), dengan suasana yang berbeda. Di tengah kesejukan pagi dan kekhusyukan ibadah puasa, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memilih turun langsung ke lapangan.
Ia bertolak ke Kabupaten Majalengka untuk menemui sekaligus merelokasi 25 kepala keluarga (KK) yang rumahnya terdampak longsor.



Langkah tersebut menjadi bentuk respons cepat Pemerintah Provinsi Jawa Barat terhadap bencana yang kembali terjadi di wilayah rawan.
Melalui video yang diunggah di akun Sosial Media Dedi Mulyadi, beliau menyampaikan doa dan harapan bagi masyarakat yang tengah menjalankan ibadah puasa, baik yang memulai di hari pertama maupun hari kedua.

“Semoga yang menjalankan ibadah puasa dikuatkan raganya, disehatkan badannya, dan dikukuhkan jiwanya,” ujarnya.

Dedi menegaskan, relokasi 25 KK dilakukan karena rumah mereka mengalami kerusakan akibat longsor. Ia menjelaskan, bencana tanah longsor merupakan risiko yang kerap terjadi di Jawa Barat mengingat kondisi geografis wilayahnya yang didominasi pegunungan, dataran, hingga kawasan pantai.

“Jawa Barat merupakan daerah pegunungan, juga daerah pedataran serta pantai. Di daerah pegunungan, longsor merupakan risiko yang harus dijalani karena gunung memiliki tingkat risiko bencana yang tinggi,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Dedi juga mengingatkan pentingnya pembangunan hunian yang selaras dengan karakter dan kultur lingkungan, khususnya di kawasan pegunungan. 

Menurutnya, mitigasi bencana harus dimulai dari kesadaran untuk tidak membangun rumah di lokasi yang tidak sesuai kondisi geografis serta tidak merusak kawasan gunung yang menjadi bagian penting dari ekosistem dan kehidupan masyarakat.

“Caranya adalah tidak membangun rumah yang tidak sesuai dengan kultur lingkungannya di daerah pegunungan dan tidak merusak gunung sebagai bagian utama dari kehidupan kita,” tegasnya.

Ia berharap momentum Ramadan tidak hanya menjadi penguat spiritual, tetapi juga pengingat akan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam.

“Salam untuk semuanya, sehat, bahagia, selalu selamat berpuasa,” tutupnya.

Relokasi 25 kepala keluarga di Majalengka ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam merespons risiko bencana di wilayah rawan longsor, terutama di tengah intensitas hujan yang masih terjadi di sejumlah daerah.
×
Berita Terbaru Update