Ratusan Ikan Keramat di Balong Girang Kuningan Mati Massal, Bupati Turun Langsung Lakukan Penanganan
Table of Contents
Ratusan ikan keramat di objek wisata Balong Girang, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, dilaporkan mati secara massal dalam beberapa hari terakhir.
Menyikapi kejadian tersebut, Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. turun langsung ke lokasi pada Minggu (1/2/2026) guna memastikan kondisi lapangan sekaligus mengambil langkah penanganan cepat.
Di lokasi, Bupati menerima laporan bahwa kematian ikan mulai terjadi sejak Kamis lalu, dengan jumlah awal sekitar 24 ekor. Namun dalam perkembangannya, jumlah ikan yang mati terus bertambah signifikan hingga mencapai lebih dari 150 ekor.
“Baru saja saya cek, jumlahnya sudah di atas 150 ekor sejak hari Rabu. Ini persoalan serius karena belum pernah terjadi kematian massal seperti ini,” ujar Bupati Dian saat meninjau langsung kondisi balong.
Indikasi Penyakit dan Perubahan Suhu
Kepala Bidang Perikanan Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Kuningan, Denny Rianto, menjelaskan bahwa terdapat sejumlah indikasi penyakit pada ikan keramat tersebut. Beberapa ciri yang ditemukan di antaranya mulut ikan berwarna putih, adanya parasit cacing, serta dugaan perubahan suhu air yang ekstrem.
Selain faktor penyakit, tim juga mempertimbangkan kemungkinan lain seperti kolam yang tidak dikuras dalam waktu lama, kekurangan nutrisi, hingga kondisi lingkungan perairan yang menurun.
Instruksi Penanganan Cepat
Sebagai langkah awal penanganan, petugas merekomendasikan penambahan oksigen melalui pompanisasi air. Menindaklanjuti hal tersebut, Bupati Kuningan langsung menginstruksikan penambahan pompa air dengan menghubungi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian agar penanganan dapat segera dilakukan dan kematian ikan tidak semakin meluas.
“Langkah cepat harus dilakukan. Jangan sampai jumlah ikan yang mati terus bertambah,” tegas Bupati.
Apresiasi Laporan Masyarakat
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dian juga mengapresiasi laporan cepat dari masyarakat yang telah menyampaikan kondisi tersebut kepada pemerintah daerah. Ia mengimbau warga agar tidak ragu melaporkan berbagai persoalan krusial yang terjadi di lingkungan sekitar.
“Untuk hal-hal yang serius dan penting, jangan sungkan melapor. Bisa melalui pesan WhatsApp ke dinas terkait atau camat setempat. Insyaallah akan segera kita tangani,” tuturnya.
Simbol dan Kebanggaan Masyarakat Kuningan
Bupati menegaskan bahwa ikan keramat di Balong Girang bukan sekadar objek wisata, melainkan simbol budaya dan kebanggaan masyarakat Kuningan yang tidak ditemukan di daerah lain.
“Ikan ini adalah bagian dari identitas Kuningan. Saya sangat sedih dan menyesalkan kejadian seperti ini. Insya Allah langkah-langkah cepat akan segera ditangani,” ungkapnya.
Hingga saat ini, pemerintah daerah bersama dinas terkait masih terus melakukan pendalaman penyebab kematian ikan sekaligus memantau perkembangan kondisi balong untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.