Notification

×

Iklan

Iklan

Antisipasi Lonjakan Mudik Lebaran 2026, Dishub Kuningan Siapkan Jalur Alternatif hingga 7 Posko Pengamanan

11 Maret 2026 | Maret 11, 2026 WIB Last Updated 2026-03-11T16:38:28Z
KUNINGAN – Lonjakan arus mudik dan arus balik Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 M diprediksi akan meningkat dibanding tahun sebelumnya. 

Mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menyiapkan berbagai langkah strategis agar perjalanan pemudik tetap aman, lancar, dan nyaman.


Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kuningan H. Mochamad Nurdianto, S.H., M.Si. menegaskan, sejumlah persiapan telah dilakukan sejak jauh hari dengan melibatkan berbagai instansi terkait.

Hal itu disampaikan Nurdianto saat menjadi narasumber dalam program “Jabar Hari Ini” yang digelar di Command Center Diskominfo Kabupaten Kuningan, Rabu sore (11/3/2026).

Program yang merupakan kerja sama TVRI Jawa Barat dan Diskominfo Kabupaten Kuningan tersebut telah berjalan selama tiga tahun dan dipandu oleh host TVRI Jawa Barat, Amelia Putri.



Antisipasi Jalur Mudik dari Berbagai Arah
Nurdianto menjelaskan, pihaknya telah melakukan koordinasi intensif bersama Polres Kuningan untuk mengatur arus lalu lintas di jalur-jalur strategis yang diperkirakan akan dipadati pemudik.

Sejumlah jalur yang menjadi perhatian utama di antaranya kendaraan yang datang dari arah Bandung, Bekasi, Cikampek, hingga wilayah lainnya menuju Kabupaten Kuningan.

“Kami sudah menyiapkan skema pengaturan lalu lintas di jalur utama yang dilalui pemudik. Koordinasi dengan Polres Kuningan terus dilakukan agar perjalanan mudik berlangsung aman dan nyaman,” ujar Nurdianto.

Kawasan Wisata Diprediksi Padat
Selain jalur utama, Dishub juga memberi perhatian khusus terhadap kawasan wisata yang biasanya mengalami lonjakan pengunjung saat libur Lebaran.

Beberapa destinasi favorit yang diprediksi akan dipadati wisatawan antara lain Palutungan, Linggarjati, dan Waduk Darma.

Berdasarkan data musim libur tahun sebelumnya, jumlah pengunjung di kawasan Palutungan saja mencapai sekitar 16.000 orang, sehingga diperlukan pengaturan lalu lintas yang matang untuk menghindari kemacetan.

Untuk mengurai kepadatan, Dishub menyiapkan sejumlah jalur alternatif menuju kawasan wisata, di antaranya melalui wilayah Cisantana, Cipari, hingga jalur menuju kawasan Puncak Kuningan.

“Langkah ini dilakukan agar arus kendaraan menuju objek wisata tetap lancar dan tidak menumpuk di satu jalur,” jelasnya.


Ramp Check Bus dan Pengawasan ODOL
Guna memastikan keselamatan perjalanan pemudik, Dishub Kabupaten Kuningan juga melakukan pemeriksaan kelayakan kendaraan (ramp check) terhadap bus yang akan beroperasi selama masa angkutan Lebaran.

Pemeriksaan tersebut meliputi sistem pengereman, lampu kendaraan, kondisi ban, hingga kelengkapan teknis lainnya.

“Bus yang telah diperiksa akan ditempel stiker sebagai tanda telah memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan. Ini penting untuk memastikan keselamatan penumpang,” katanya.

Selain itu, pengawasan terhadap kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) juga akan diperketat, khususnya pada periode H-5 hingga H+4 Lebaran untuk mencegah potensi gangguan lalu lintas maupun kecelakaan.




Tujuh Posko Pengamanan Disiagakan
Untuk mendukung pengamanan arus mudik dan arus balik, Dishub Kabupaten Kuningan bersama unsur TNI, Polri, Dinas Kesehatan, serta BPBD akan menyiapkan tujuh titik posko pengamanan.

Posko tersebut tersebar di sejumlah wilayah strategis, antara lain Cilimus, Kadugede, Ciawi, Cibingbin, kawasan Tugu Ikan, Taman Kota Kuningan, serta Terminal Tipe A Kertawangunan.

Di setiap posko akan ditempatkan petugas gabungan yang bersiaga selama 24 jam, termasuk dukungan layanan kesehatan dari puskesmas terdekat.

“Pemudik bisa mendapatkan bantuan jika terjadi kondisi darurat selama perjalanan,” ungkapnya.




Kantong Parkir dan Akses CCTV Online
Dishub juga menyiapkan kantong-kantong parkir tambahan di sekitar kawasan wisata dengan menggandeng masyarakat yang memiliki lahan kosong. 

Langkah ini dilakukan agar kendaraan tidak menggunakan bahu jalan yang dapat memicu kemacetan.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Diskominfo juga menyediakan layanan pemantauan lalu lintas secara daring melalui jaringan CCTV yang dapat diakses masyarakat.


Melalui fasilitas tersebut, pemudik dapat memantau kondisi lalu lintas secara real-time melalui laman resmi:
https://cctv.kuningankab.go.id
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 dapat berjalan lebih tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
×
Berita Terbaru Update