Notification

×

Iklan

Iklan

Festival Ramadan 2026 Dongkrak Ekonomi Lokal, Ratusan Pedagang Raup Omzet Ratusan Ribu per Hari

7 Maret 2026 | Maret 07, 2026 WIB Last Updated 2026-03-07T12:08:22Z
CIREBON – Penyelenggaraan Festival Ramadan Kota Cirebon 2026 terbukti memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan ekonomi masyarakat. 

Selama bulan suci Ramadan, kawasan festival tidak hanya menjadi pusat keramaian warga, tetapi juga menjadi ruang ekonomi bagi ratusan pelaku usaha kecil yang memanfaatkan momentum untuk meningkatkan pendapatan menjelang Idulfitri.


Berdasarkan data evaluasi terbaru, tercatat sebanyak 498 pedagang terdaftar dalam festival tersebut. Antusiasme masyarakat yang tinggi juga terlihat dari jumlah pengunjung yang mencapai lebih dari 6.000 orang setiap hari.

Tingginya kunjungan masyarakat tersebut turut berdampak pada peningkatan pendapatan pedagang. Rata-rata omzet harian pedagang tercatat mencapai sekitar Rp397.000, angka yang menunjukkan tetap terjaganya daya beli masyarakat selama Ramadan.


Wali Kota Effendi Edo menilai keberhasilan festival ini merupakan hasil kerja sama berbagai pihak. Ia menegaskan pentingnya menjaga kondusivitas agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan lancar hingga akhir Ramadan.

“Saya bersyukur melihat geliat ekonomi kita begitu hidup. Semoga sampai akhir Ramadan suasana tetap kondusif, baik bagi pedagang maupun pembeli,” ujar Effendi Edo saat rapat evaluasi Festival Ramadan di Balai Kota Cirebon, Jumat (6/3/2026).


Ia juga menginstruksikan kepada seluruh lurah dan camat di wilayah sekitar kawasan festival untuk terus memantau kondisi di lapangan.

Menurutnya, kehadiran pemerintah harus dirasakan masyarakat agar festival benar-benar menjadi sarana peningkatan kesejahteraan bagi pelaku usaha kecil.

“Kehadiran pemerintah harus dirasakan untuk memastikan festival ini benar-benar menjadi jembatan bagi masyarakat kecil untuk menjemput rezeki Lebaran,” tegasnya.

Di sisi lain, Wali Kota juga menyoroti pentingnya menjaga ketertiban dan kenyamanan publik di tengah tingginya aktivitas perdagangan. Ia meminta petugas di lapangan dapat mengatur lalu lintas secara tegas namun tetap humanis agar tidak mengganggu pengguna jalan.


“Perekonomian memang harus bangkit, tapi jangan sampai mengabaikan hak pengguna jalan lain. Kita ingin ekonomi tumbuh, tapi wajah kota tetap tertata,” tambahnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian Kota Cirebon, Iing Daiman, menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan festival berjalan sesuai rencana, meskipun terdapat beberapa kendala di lapangan, terutama faktor cuaca.


“Alhamdulillah secara umum berjalan lancar, meskipun sering terkendala hujan yang cukup intens. Namun respons masyarakat sangat beragam dan positif,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan pusat kuliner yang mudah dijangkau menjadi salah satu daya tarik utama festival tersebut. Para pedagang pun merasa terbantu karena mendapatkan tambahan penghasilan untuk persiapan menyambut Idulfitri.

Terkait kendala teknis seperti adanya lapak kosong atau penggunaan nomor lapak yang tidak sesuai, pihaknya akan melakukan penertiban administratif agar keadilan bagi pedagang yang telah mengantre izin tetap terjaga.

Ke depan, Pemerintah Kota Cirebon berkomitmen menjadikan hasil evaluasi ini sebagai bahan pembenahan penyelenggaraan festival berikutnya. Beberapa fokus utama yang akan dilakukan antara lain penataan ulang kantong parkir agar tidak mengganggu arus lalu lintas dua arah, serta penguatan sistem zonasi pedagang agar lebih tertata dan mudah diakses pengunjung.

Dengan berbagai perbaikan tersebut, festival Ramadan diharapkan dapat terus menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus menjaga wajah kota tetap tertib dan nyaman bagi seluruh warga.
×
Berita Terbaru Update