Pemerintah Kabupaten Kuningan menegaskan komitmennya sebagai wilayah penopang hijau dalam pengembangan Kawasan Rebana.
Hal tersebut disampaikan Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, saat menghadiri penandatanganan kesepakatan bersama tujuh kepala daerah dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, di Aula Barat Gedung Sate.
Kehadiran Bupati Kuningan dalam forum tersebut menandai posisi strategis Kabupaten Kuningan sebagai salah satu daerah penopang Kawasan Rebana, bersama Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Subang, Kabupaten Indramayu, dan Kabupaten Sumedang.
Kawasan Rebana sendiri diproyeksikan menjadi koridor ekonomi masa depan Jawa Barat dengan potensi pengembangan industri lebih dari 43 ribu hektare.
Dukungan infrastruktur strategis seperti Pelabuhan Patimban dan Bandara Internasional Kertajati semakin memperkuat daya saing kawasan ini sebagai magnet investasi global sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Di tengah arus industrialisasi tersebut, Kuningan hadir dengan karakter berbeda, yakni sebagai daerah konservasi dan paru-paru kawasan timur Jawa Barat.
Dalam sambutannya, Gubernur Dedi Mulyadi bahkan menyinggung identitas hijau Kuningan saat menyapa Bupati Dian.
“Saya tahu jumlah pohonnya lebih banyak daripada jumlah uangnya. Tapi lebih baik jumlah pohonnya lebih banyak. Nanti suatu saat jumlah uang akan sama dengan jumlah pohon,” ujar Dedi.
Pernyataan tersebut menegaskan peran penting Kuningan sebagai daerah penyangga ekologi di tengah percepatan pembangunan industri.
Bupati Dian menyampaikan komitmen penuh untuk menjaga kawasan hutan dari praktik illegal logging dan perambahan, sekaligus memastikan pembangunan berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan.
“Menjaga Ciremai dan kawasan hutan adalah tanggung jawab kami. Pembangunan boleh tumbuh, tetapi hutan dan sumber air harus tetap lestari. Itulah fondasi masa depan Kuningan dan Rebana,” tegasnya.
Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Kuningan mengarahkan pembangunan pada pengembangan industri ramah lingkungan, penguatan agroindustri, pariwisata berkelanjutan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi dan pelatihan kerja.
Bupati Dian menekankan bahwa masyarakat Kuningan harus menjadi pelaku sekaligus penerima manfaat langsung dari pertumbuhan ekonomi Rebana. Dengan sinergi antar daerah yang terus diperkuat, Kabupaten Kuningan optimistis dapat berperan aktif mewujudkan keseimbangan antara akselerasi ekonomi dan kelestarian lingkungan.
Dengan realisasi investasi bernilai puluhan triliun rupiah dan serapan tenaga kerja yang terus meningkat, Kawasan Rebana diharapkan tidak hanya berkembang sebagai pusat industri baru di Jawa Barat, tetapi juga menjadi model pembangunan hijau berkelanjutan yang berpijak pada harmoni antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian alam.



