Kabupaten Cirebon – Dalam rangka mendukung kelancaran Operasi Ketupat Lodaya 2026, Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Cirebon turut menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral yang digelar di Aula Pesat Gatra Mapolresta Cirebon, Jum'at (6/3/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam mengamankan arus mudik dan arus balik Idulfitri 1447 Hijriah di wilayah Kabupaten Cirebon.
Rakor lintas sektoral tersebut bertujuan menjaga kekhidmatan Ramadan 1447 H sekaligus mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Sitkamtibmas) yang aman dan kondusif.
Selain itu, rapat juga membahas strategi menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
Tidak hanya itu, operasi ini juga diharapkan mampu menekan angka kriminalitas, pelanggaran lalu lintas, kecelakaan, serta fatalitas korban kecelakaan di wilayah Kabupaten Cirebon selama periode mudik Lebaran.
Plt. Kepala Kankemenag Kabupaten Cirebon, Slamet, menyampaikan bahwa Kementerian Agama siap berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik tahun ini.
“Kementerian Agama menyiapkan sembilan masjid dan musala yang dapat dimanfaatkan sebagai rest area bagi para pemudik. Salah satunya berada di Masjid Pengarangan yang dilengkapi berbagai fasilitas tambahan seperti tempat istirahat, pijat refleksi, area bermain anak hingga layanan ganti oli,” ujarnya.
Selain masjid dan musala, Kemenag Kabupaten Cirebon juga menyiapkan rumah ibadah lintas agama sebagai tempat singgah yang ramah bagi pemudik.
“Tahun ini kami juga menyiapkan dua gereja yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat singgah pemudik, yaitu di wilayah Losari dan Arjawinangun. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara penyuluh agama dengan Ansor dan Banser sebagaimana yang telah dilakukan pada kegiatan sebelumnya,” jelas Slamet.
Sementara itu, Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama, dalam sambutan pembuka menjelaskan bahwa Operasi Ketupat Lodaya merupakan operasi kemanusiaan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan di bawah koordinasi pemerintah daerah.
“Fokus utama pengamanan Lebaran ini adalah operasi kemanusiaan. Seluruh stakeholder harus bersama-sama memberikan pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat yang mudik dari kota lain menuju Cirebon maupun yang melintas menuju daerah lainnya,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya antisipasi terhadap potensi kemacetan di sejumlah titik rawan, khususnya di kawasan Gerbang Tol Plumbon dan wilayah Ciperna yang kerap menjadi pertemuan arus kendaraan dari jalur tol dan jalur arteri.
Di sisi lain, Bupati Cirebon, Imron, menegaskan bahwa Kabupaten Cirebon merupakan wilayah strategis yang setiap tahun dilalui arus mudik dan arus balik dalam jumlah besar.
Oleh karena itu, dibutuhkan koordinasi yang kuat serta sinergi seluruh pihak dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat saat Lebaran.
“Mobilitas masyarakat pada masa mudik Lebaran meningkat signifikan. Karena itu diperlukan koordinasi yang kuat, persiapan yang matang, serta sinergi yang solid antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh instansi terkait,” ungkapnya.
Melalui koordinasi lintas sektoral ini, diharapkan pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 di wilayah Kabupaten Cirebon dapat berjalan optimal sehingga masyarakat dapat melaksanakan mudik dengan aman, nyaman, dan lancar.



