Perayaan di tahun ini berlangsung khidmat sekaligus sarat makna refleksi. Ribuan jamaah memadati area salat hingga meluber ke ruas Jalan Kartini, menandai antusiasme masyarakat dalam merayakan hari kemenangan setelah menjalani ibadah Ramadan.
Di tengah suasana tersebut, hadir langsung di tengah masyarakat. Ia didampingi oleh serta jajaran kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon.
Dalam sambutannya, Wali Kota mengajak masyarakat untuk memaknai Idulfitri tidak sekadar sebagai perayaan seremonial, tetapi sebagai momentum untuk kembali pada nilai-nilai kesucian diri dan memperkuat kepedulian sosial.
Menurutnya, kemenangan sejati terletak pada kemampuan menahan diri dan meningkatkan empati terhadap sesama.
“Di tengah gema takbir yang saling bersahutan, kita semua diingatkan bahwa kemenangan sejati tidak terletak pada kemeriahan lahiriah, melainkan pada kesucian budi dan ketajaman empati sosial,” ujar Effendi Edo.
Momentum Idulfitri tahun ini juga menjadi refleksi satu tahun kepemimpinan pasangan Wali Kota Effendi Edo bersama Wakil Wali Kota.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyampaikan permohonan maaf, baik secara pribadi maupun atas nama Pemerintah Kota Cirebon.
Ia menegaskan bahwa Idulfitri menjadi waktu yang tepat untuk mengevaluasi berbagai program pembangunan yang telah dijalankan, khususnya dalam mewujudkan visi “Setara Berkelanjutan”.
Dalam paparannya, Wali Kota menyebutkan bahwa pembangunan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada capaian angka statistik, tetapi lebih menitikberatkan pada keadilan ruang bagi seluruh masyarakat.
Berbagai upaya pembenahan telah dilakukan, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan, pembersihan drainase, hingga normalisasi sungai.
“Kami menyadari bahwa semua ini belum sempurna. Namun komitmen kami adalah terus melakukan perbaikan demi kenyamanan warga Kota Cirebon,” tegasnya.
Lebih lanjut, Effendi Edo mengungkapkan bahwa Kota Cirebon kini mulai bertransformasi dari kota persinggahan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah Ciayumajakuning. Pertumbuhan sektor jasa dan perdagangan disebut mengalami peningkatan signifikan.
Meski demikian, ia mengingatkan agar pembangunan tersebut tetap bersifat inklusif dengan mendorong peran pelaku UMKM dan ekonomi kreatif sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan.
Menurutnya, pembangunan fisik kota tidak akan memiliki makna jika tidak diimbangi dengan nilai-nilai kemanusiaan. Semangat kepedulian sosial yang tumbuh selama Ramadan diharapkan dapat terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari.
Wali Kota juga menyampaikan optimisme bahwa berbagai upaya yang dilakukan saat ini akan menjadi fondasi penting bagi generasi mendatang.
Sementara itu, kegiatan monitoring dan pengamanan pasca-salat Idulfitri dipastikan berjalan lancar, sehingga masyarakat dapat bersilaturahmi dengan aman dan nyaman di seluruh wilayah Kota Cirebon.



