Notification

×

Iklan

Iklan

Wali Kota Cirebon Tinjau Ketersediaan Bahan Pokok dan BBM

5 Maret 2026 | Maret 05, 2026 WIB Last Updated 2026-03-05T15:46:30Z
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, meninjau langsung ketersediaan serta distribusi barang kebutuhan pokok dan komoditas penting lainnya pada Kamis (5/3/2026). 

Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi lonjakan permintaan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.

Peninjauan tersebut dilakukan bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan Bank Indonesia, Bulog, serta kepala perangkat daerah terkait. Rombongan memantau sejumlah titik strategis di Kota Cirebon.

Pemantauan dimulai dari Pasar Jagasatru untuk mengecek langsung kondisi harga dan ketersediaan bahan pangan. Setelah itu, rombongan melanjutkan peninjauan ke SPBU di Jalan Bypass untuk memastikan kualitas dan ketepatan takaran bahan bakar minyak (BBM), serta ke pusat perbelanjaan Yogya Junction.


Di Pasar Jagasatru, Wali Kota berdialog langsung dengan para pedagang guna mengetahui perkembangan harga di lapangan. Dari hasil pemantauan, beberapa komoditas diketahui mengalami kenaikan harga dalam beberapa hari terakhir.

“Alhamdulillah, hari ini saya bersama Forkopimda lengkap, ada Kapolres, Dandim, Kejari, juga dari BI dan Bulog. Hasil pantauan di Jagasatru memang ada kenaikan pada komoditas sayuran seperti cabai karena pasokan dari sumbernya agak sulit. Selain itu, telur puyuh juga naik dan stoknya agak terbatas di pasar saat ini,” ujar Effendi Edo.


Meski terdapat kenaikan pada beberapa komoditas, ia memastikan ketersediaan bahan pangan secara umum masih aman. Stok beras dan daging ayam, menurutnya, masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Cirebon selama Ramadan hingga Idulfitri.


Sementara itu, Jejen, salah satu pedagang di Pasar Jagasatru, mengungkapkan bahwa kenaikan harga cabai terjadi cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir.


“Baru sekitar dua hari ini harga naik. Terutama cabai rawit merah, sekarang tembus Rp100 ribu per kilogram, padahal sebelumnya masih di angka Rp80 ribu. Pembeli ada yang mengeluh, tapi karena kebutuhan tetap dibeli meski jumlahnya dikurangi,” katanya.



Untuk mengantisipasi kenaikan harga, Pemerintah Kota Cirebon telah menyiapkan program Gerakan Pangan Murah (GPM). Program ini merupakan kolaborasi antara Pemkot Cirebon, Kepolisian, Bank Indonesia, dan Bulog yang akan digelar secara masif hingga mendekati masa angkutan Lebaran.


Selain memantau kebutuhan pokok, rombongan juga melakukan pengecekan di salah satu SPBU di Jalan Bypass. Pemeriksaan dilakukan melalui uji tera pompa BBM guna memastikan tidak ada kecurangan dalam takaran bahan bakar yang dijual kepada masyarakat.


Wali Kota bahkan menyaksikan langsung proses uji petik pada BBM jenis Pertalite dan Pertamax.
“Untuk BBM, tadi sudah diuji. Hasilnya masih jauh di bawah ambang batas toleransi, yakni di angka 30 mililiter dan 50 mililiter. Semua pompa sudah ditera dan dinyatakan aman. Kami siap melayani para pemudik yang akan melintasi Kota Cirebon,” pungkasnya.

×
Berita Terbaru Update