Harga Plastik Melonjak di Maret 2026 hingga hari ini, Pedagang di Cirebon Tertekan: Minta Pemerintah Turun Tangan
CIREBON — “Kami bukan tidak mau bertahan, tapi kalau biaya terus naik seperti ini, usaha kecil bisa mati pelan-pelan.” Keluhan itu kini ramai terdengar dari para pedagang di Cirebon menyusul lonjakan harga plastik yang terjadi dari Maret 2026 hingga hari ini.
Kenaikan harga bahan kemasan tersebut menjadi beban baru bagi pelaku usaha, khususnya pedagang kecil dan menengah yang sangat bergantung pada plastik untuk membungkus dagangan. Mulai dari penjual makanan, sembako, hingga pedagang kaki lima, semuanya merasakan dampak langsung dari kenaikan tersebut.
Sejumlah pedagang mengaku harga plastik mengalami kenaikan cukup signifikan dalam waktu singkat. Kondisi ini membuat mereka harus memutar otak untuk tetap menjaga kelangsungan usaha di tengah tekanan biaya operasional yang terus meningkat.
“Biasanya masih bisa kejangkau, sekarang naiknya terasa banget. Mau tidak mau harus dikurangi pemakaiannya atau cari alternatif,” ujar salah satu pedagang di pasar tradisional.
Dilema pun tak terhindarkan. Di satu sisi, pedagang harus mempertahankan harga jual agar tidak kehilangan pelanggan. Namun di sisi lain, kenaikan biaya kemasan membuat margin keuntungan semakin menipis.
Beberapa pedagang bahkan mulai mengambil langkah terpaksa, seperti mengurangi kualitas kemasan hingga mempertimbangkan menaikkan harga jual. Namun keputusan tersebut dinilai berisiko, terutama di tengah daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.
Kenaikan harga plastik ini diduga dipicu oleh berbagai faktor, seperti meningkatnya harga bahan baku, biaya distribusi, hingga pengaruh pasar global. Meski demikian, para pedagang berharap ada langkah konkret dari pemerintah untuk mengatasi persoalan ini.
Mereka meminta adanya intervensi berupa stabilisasi harga, pengawasan distribusi, hingga kemungkinan pemberian subsidi bagi pelaku usaha kecil agar tetap bisa bertahan.
“Kalau tidak ada solusi, dampaknya bisa ke mana-mana. Bukan cuma kami, tapi juga masyarakat karena harga barang pasti ikut naik,” kata pedagang lainnya.
Kondisi ini menjadi perhatian serius, mengingat sektor usaha kecil merupakan tulang punggung ekonomi daerah. Tanpa dukungan dan kebijakan yang tepat, bukan tidak mungkin gelombang tekanan ini akan berujung pada melemahnya aktivitas ekonomi di tingkat lokal.
Kini, harapan para pedagang tertuju pada pemerintah. Di tengah situasi yang semakin sulit, mereka menunggu langkah nyata bukan sekadar wacana.