Notification

×

Iklan

Iklan

Kopi Kuningan Siap Go Internasional, Bupati Tekankan Kualitas dan Kolaborasi

19 April 2026 | April 19, 2026 WIB Last Updated 2026-04-19T10:56:01Z

KUNINGAN — Pemerintah Kabupaten Kuningan terus mendorong pengembangan sektor pertanian berbasis komoditas unggulan, khususnya kopi. Hal ini ditegaskan Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar saat menghadiri kegiatan Panen Kopi Bersama bertema “Sinergi Petani dan Pemerintah Daerah Menuju Kopi Kuningan Go Internasional” di Kebun Kopi Blok Pasir Batang, Desa Karangsari, Kecamatan Darma, Minggu (19/4/2026).




Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan Wahyu Hidayah, perwakilan Bank Indonesia Cirebon Ari Andriya, Direktur Rumah Tani Bahtiar, penanggung jawab Merta Kopi Dr. Dede Rokanda, jajaran UPTD Pertanian, penyuluh, serta para petani kopi setempat.






Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa kopi Kuningan telah menunjukkan kualitas yang mampu bersaing di tingkat global. Bahkan, kopi asal Desa Karangsari telah lolos kurasi untuk tampil pada ajang internasional, termasuk yang akan digelar di Bangkok pada 7–9 Mei 2026, setelah sebelumnya berpartisipasi dalam World of Coffee 2025 di Jakarta.




“Ini bukan sekadar keikutsertaan, tetapi pernyataan bahwa kopi Kuningan siap bersaing di panggung dunia,” ujar Bupati.




Ia juga memberikan apresiasi kepada para petani kopi yang dinilai berperan besar dalam mendorong produktivitas dan kreativitas masyarakat. Menurutnya, kopi bukan hanya komoditas ekonomi, tetapi juga bagian dari ekosistem ide dan inovasi yang terus berkembang.





Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya menjaga kualitas produk, mulai dari proses pemetikan hingga pengolahan. Ia mengingatkan agar petani hanya memetik buah kopi yang benar-benar matang guna menjaga mutu dan nilai jual.





“Jangan memetik yang masih hijau. Kualitas harus dijaga, termasuk proses pengolahan yang bersih agar cita rasa tetap terjaga,” tegasnya.

Selain kualitas, aspek kejujuran dalam pemasaran juga menjadi sorotan. Bupati menilai kepercayaan merupakan fondasi utama dalam membangun bisnis yang berkelanjutan, khususnya di pasar global.





Ia menambahkan, sektor pertanian—termasuk komoditas kopi—akan terus menjadi prioritas pembangunan daerah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



“Kesuksesan bukan hanya soal bakat, tetapi hasil dari kerja keras, ikhtiar, dan kolaborasi. Kopi Kuningan punya potensi besar, tinggal kita jaga kualitas, tingkatkan kuantitas, dan perkuat pasar,” ucapnya.




Sementara itu, penanggung jawab Merta Kopi Karangsari, , menjelaskan bahwa perkembangan kopi di Desa Karangsari tidak terlepas dari sinergi antara petani, pemerintah, serta dukungan berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia.

Ia mengungkapkan, komunitas kopi Karangsari berawal dari inisiatif para pemuda pada masa pandemi, yang kemudian berkembang menjadi kelompok tani hingga koperasi.





“Alhamdulillah, sekarang kopi Karangsari sudah sampai di titik ini. Tinggal bagaimana kita menjaga kualitas dan meningkatkan kuantitas produksi,” ujarnya.




Namun demikian, ia mengakui bahwa tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah keterbatasan produksi. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dalam bentuk perluasan lahan dan peningkatan kapasitas petani agar mampu memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.



Di sisi lain, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, , memaparkan bahwa produksi kopi di Kuningan menunjukkan tren positif sepanjang 2025.



Untuk kopi robusta, dengan luas lahan sekitar 1.500 hektare, tercatat menghasilkan 1.173 ton. Sementara kopi arabika dengan luas lahan 236 hektare menghasilkan sekitar 63 ton.

“Produksi terus meningkat dibanding tahun sebelumnya. Namun, pengembangan masih perlu difokuskan terutama pada kopi arabika yang memiliki nilai jual lebih tinggi,” jelasnya.




Ia menambahkan, strategi pengembangan ke depan akan difokuskan pada intensifikasi melalui perbaikan bibit, pola tanam, dan perawatan, serta ekstensifikasi dengan membuka potensi lahan baru yang sesuai, khususnya di wilayah dengan ketinggian di atas 1.000 mdpl.




Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan sektor kopi melalui berbagai program, mulai dari peningkatan kualitas produksi hingga pendampingan petani. Selain itu, kolaborasi dengan pihak swasta dan offtaker juga akan diperkuat guna menjaga stabilitas harga dan memperluas akses pasar.




Dengan langkah tersebut, kopi Kuningan diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga mampu bersaing dan dikenal di pasar internasional.

×
Berita Terbaru Update