PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT) memastikan bahwa ruas Tol Cisumdawu KM 207 A masih aman dan laik dilalui, meskipun terdeteksi adanya pergeseran tanah yang mengakibatkan retakan (sliding) pada KM 207+300 hingga 207+400.
Direktur Utama PT CKJT, Agustinus Sudrajat, menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan adalah prioritas utama. “Menindaklanjuti kejadian tersebut, PT CKJT telah melakukan langkah penanganan secara cepat, menyeluruh, dan terkoordinasi guna memastikan keselamatan pengguna jalan serta menjaga fungsi infrastruktur jalan tol tetap optimal,” katanya.
Penanganan awal yang telah dilakukan meliputi pemasangan rambu peringatan dan pengurang kecepatan, pengisian retakan dengan material aspal, serta penutupan area retakan menggunakan terpal untuk mencegah masuknya air.
Untuk penanganan jangka panjang, PT CKJT merencanakan pemasangan bore pile dengan kedalaman sekitar 30 meter dan panjang kurang lebih 100 meter. Tahapan ini mencakup pengukuran topografi, penyelidikan tanah, pengukuran inklinometer, dan analisis geoteknik.
Retakan tersebut diduga dipicu oleh curah hujan tinggi. PT CKJT juga segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase untuk memastikan fungsinya optimal.
Sementara itu, atas diskresi kepolisian, arus lalu lintas di main road KM 194 A ditutup sementara. Kendaraan dari arah Bandung menuju Cirebon dialihkan keluar melalui Gerbang Tol Paseh. PT CKJT juga akan memberlakukan skema contra flow di jalur B arah Bandung, mulai dari KM 206+125 hingga KM 208+200.



