Di tengah kebutuhan pelayanan kesehatan yang terus berkembang, kehadiran tenaga profesional menjadi harapan baru bagi masyarakat. Sebanyak 65 lulusan program studi farmasi dan gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) KHAS Kempek Cirebon resmi diwisuda dalam Sidang Terbuka Sarjana ke-II tahun akademik 2025/2026, pada Kamis (30/4/2026) di Kota Cirebon.
Hadir secara langsung, Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar dalam wisuda memberikan sambutan. Menag menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan titik awal pengabdian nyata di tengah masyarakat.
“Hari ini bukan hanya tentang gelar akademik, tetapi tentang transformasi dari proses belajar menuju tanggung jawab amal. Dalam tradisi keilmuan Islam dikenal sebagai intiqal minal ta’allum ilal amal, perpindahan dari belajar menuju pengabdian,” ujarnya.
Lebih jauh, Menag menekankan bahwa ilmu memiliki dimensi tanggung jawab moral. Mengutip pandangan ulama, ia menyampaikan bahwa ilmu tanpa amal akan kehilangan makna, sementara amal tanpa ilmu berpotensi menyesatkan. Karena itu, para lulusan diharapkan mampu menjadikan ilmu sebagai cahaya dalam kehidupan.
Dalam konteks kesehatan, Menag menilai bidang farmasi dan gizi memiliki peran strategis karena berkaitan langsung dengan kualitas hidup manusia.
“Dalam perspektif Islam, ilmu kesehatan berkaitan dengan maqashid syariah, terutama menjaga jiwa dan akal. Artinya, profesi ini bukan sekadar pekerjaan, tetapi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan kehidupan manusia,” jelasnya.
Menag mengingatkan pentingnya keseimbangan antara kemajuan teknologi dan nilai kemanusiaan. Menurutnya, di tengah perkembangan teknologi kesehatan yang pesat, tenaga kesehatan tidak boleh kehilangan empati.
“Jangan sampai kita hanya mampu membaca data, tetapi lupa memahami penderitaan manusia. Penyembuhan bukan hanya soal tindakan medis, tetapi juga kehadiran, empati, dan nilai spiritual,” tegasnya.
Di akhir, Menag mengajak para lulusan untuk terus belajar dan menjaga integritas dalam menjalankan profesi. Ilmu kesehatan yang terus berkembang menuntut kesiapan untuk beradaptasi, sekaligus menjaga nilai-nilai etika dan kemanusiaan.
Sementara itu, Kepala Kankemenag Kab. Cirebon, H. Slamet berharap para wisudawan dan wisudawati dapat mengambil peran aktif dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
“Para lulusan diharapkan tidak hanya menjadi tenaga profesional, tetapi juga agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi persoalan kesehatan di tengah masyarakat,” ungkapnya.
H. Slamet juga menegaskan pentingnya integritas dan pengabdian dalam menjalankan profesi.
“Ilmu yang dimiliki harus diiringi dengan tanggung jawab dan kepedulian. Jadikan profesi sebagai ladang pengabdian agar kehadiran kita benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.



