Kepolisian Resor (Polres) Cirebon Kota, Jawa Barat, telah menyiapkan skema pengaturan dan rekayasa arus lalu lintas secara matang guna mengantisipasi kepadatan massal serta menjamin kelancaran pelaksanaan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda 2026.
Perhelatan akbar yang sarat nilai sejarah dan budaya ini diagendakan digelar pada hari Minggu (10/5) malam, dengan rute perjalanan yang melintasi kawasan heritage atau bersejarah di pusat Kota Cirebon. Pihak kepolisian memastikan segala persiapan pengamanan dan pengaturan telah dilakukan secara menyeluruh agar rangkaian acara berjalan aman, tertib, khidmat, dan tidak melumpuhkan akses jalan secara menyeluruh.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Cirebon Kota, AKP Hadi Suryanto, dalam keterangannya pada hari Sabtu menjelaskan bahwa penerapan rekayasa dan pengalihan arus lalu lintas ini merupakan langkah strategis kepolisian mengingat tingginya antusiasme masyarakat yang diperkirakan memadati sepanjang jalur kirab.
Kegiatan tahunan ini akan menghadirkan delegasi seni dan budaya yang berasal dari 27 kabupaten dan kota se-Jawa Barat, sehingga dipastikan akan menarik ribuan warga untuk hadir dan menyaksikan prosesi budaya tersebut.
“Kegiatan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda ini diperkirakan akan sangat ramai dikunjungi masyarakat, mengingat partisipasi yang luas dari berbagai daerah serta lokasi pelaksanaannya yang melintasi kawasan heritage ikonik Kota Cirebon. Oleh karena itu, kami siapkan rekayasa lalu lintas agar kegiatan berjalan lancar, aman, dan tidak terjadi kemacetan parah yang mengganggu aktivitas warga,” ujar AKP Hadi Suryanto.
Adapun rute perjalanan kirab budaya tersebut akan dimulai dari Gedung BAT, kemudian rombongan akan melintasi Jalan Pasuketan, Jalan Pekiringan, Jalan Petratean, Jalan Pulasaren, Jalan Aryodinoto, hingga berakhir atau finis di kawasan Alun-alun Sangkala Buana Kasepuhan. Guna memastikan jalur bersih, aman, dan bebas hambatan, sterilisasi jalan akan mulai dilakukan sejak pukul 16.00 WIB, atau sekitar dua jam sebelum kegiatan dimulai. Seluruh ruas jalan yang dilintasi, lokasi keberangkatan, hingga titik akhir acara akan disterilkan dari kendaraan dan parkir liar demi kelancaran prosesi.
Pihak kepolisian pun telah merancang jalur-jalur alternatif yang akan digunakan sebagai pengalihan arus kendaraan selama kegiatan berlangsung, dan mengimbau masyarakat untuk mematuhi pengalihan tersebut guna menghindari kemacetan. Berikut adalah rincian lengkap skema rekayasa lalu lintas yang telah ditetapkan:
Bagi pengendara yang bergerak dari arah Simpang Karanggetas Pekiringan, arus kendaraan akan dialihkan melewati Jalan Pandesan, Jalan Kebon Cai, Jalan Parujakan, dan Jalan Pekalipan.
Kendaraan yang datang dari arah Jalan Bahagia akan diarahkan melintasi Jalan Kolektoran dan Jalan Kenduran.
Akses menuju kawasan Gedung BAT dapat dilalui melalui Jalan Benteng serta Jalan Gendunara.
Pengalihan arus di Simpang Petratean akan diarahkan melewati Jalan Pekalipan dan Jalan Utagara.
Sementara itu, kendaraan dari arah Aryodinoto, Lemahwungkuk, dan Pegajahan akan diarahkan melintasi Jalan Pekawatan.
“Kami mohon kerja sama dan pengertian dari seluruh masyarakat, khususnya pengguna jalan, agar menghindari ruas-ruas jalan yang menjadi lintasan utama kirab dan memanfaatkan jalur alternatif yang telah kami siapkan. Mohon juga mematuhi rambu-rambu lalu lintas serta arahan yang diberikan petugas yang bertugas di lapangan demi ketertiban bersama,” imbau Hadi Suryanto.
Selain mengatur arus lalu lintas, Satlantas Polres Cirebon Kota juga telah menyiapkan sejumlah titik atau kantong parkir resmi yang tersebar di beberapa lokasi strategis guna menampung kendaraan masyarakat yang berniat hadir menyaksikan acara tanpa mengganggu jalan utama. Lokasi parkir tersebut tersedia di depan pintu masuk Pelabuhan Cirebon, kawasan Cirebon Waterland atau Ade Irma Suryani, sepanjang Jalan Kantor di depan Bank Mandiri, serta di sepanjang Jalan Bahagia.
Dukungan pengamanan dan pengaturan ini melibatkan kekuatan personel yang cukup besar dan tersebar merata. Secara rinci, sebanyak 80 personel Satlantas telah diterjunkan dengan pembagian tugas yang jelas: 50 personel ditempatkan secara statis di sepanjang jalur kirab untuk mengatur dan mengamankan, sedangkan 30 personel lainnya bertugas melakukan patroli bergerak atau mobile untuk mengantisipasi kejadian tak terduga di titik-titik rawan maupun jalur alternatif.
Sebagai informasi tambahan, kegiatan akbar Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda 2026 ini secara resmi akan dibuka dan dilepas langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Pihak kepolisian memastikan seluruh rangkaian acara dari awal hingga akhir dapat berjalan aman, tertib, dan penuh kekhidmatan, sehingga nilai-nilai budaya yang diusung dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat luas.



