Kerusakan parah melanda ruas jalan penghubung Desa Suci dan Kalijaga, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon. Jalan yang setiap hari menjadi urat nadi aktivitas warga itu kini berubah bak arena offroad dadakan. Aspal mengelupas, lubang menganga di berbagai titik, sementara pengendara dipaksa menguji keberanian setiap kali melintas.
Ironisnya, saat hujan turun kondisi justru semakin berbahaya. Genangan air menutupi lubang di badan jalan hingga membuat pengendara sulit membedakan mana jalan dan mana jebakan. Tidak sedikit warga yang mengaku harus ekstra waspada agar tidak terjatuh, terutama pengendara roda dua.
Keluhan warga terus berdatangan karena kondisi jalan semakin memprihatinkan. Menurutnya, jalur tersebut merupakan akses vital yang menopang aktivitas ekonomi masyarakat.
Warga menyebut, jalan Suci–Kalijaga bukan sekadar penghubung antar desa, tetapi juga jalur penting bagi mobilitas pekerja, distribusi barang, hingga aktivitas industri masyarakat sekitar.
Namun hingga kini, kondisi jalan justru terus dibiarkan rusak seperti menunggu viral atau memakan korban lebih dulu.
Sindiran pun bermunculan dari masyarakat. Ada yang menyebut jalan tersebut cocok dijadikan lintasan uji suspensi kendaraan gratis, ada pula yang bercanda bahwa lubang-lubang di jalan sudah layak diberi nama karena jumlahnya semakin banyak dan “menetap”.
Warga lainyapun turut mendesak Pemerintah Kabupaten Cirebon agar segera turun tangan sebelum kerusakan semakin parah dan membahayakan pengguna jalan.
Ini adalah jalur penting bagi warga. Kami minta segera diperbaiki agar tidak terus membahayakan.
Masyarakat berharap pemerintah daerah tidak hanya datang saat survei atau sekadar memasang janji perbaikan. Warga ingin adanya langkah nyata agar jalan Suci–Kalijaga kembali layak dilalui demi keselamatan pengguna jalan dan kelancaran roda perekonomian masyarakat Kecamatan Mundu.
#cirebonberita



