Notification

×

Iklan

Iklan

Sinergi Kreativitas dan Perlindungan Karya: Menelusuri Jejak Sukses "Sharing with Founder #5" di Cirebon

5 Mei 2026 | Mei 05, 2026 WIB Last Updated 2026-05-05T04:34:51Z

CIREBON – Antusiasme luar biasa menyelimuti NutriHub Cirebon pada Rabu, 22 April 2026. Puluhan pelaku kreatif, mahasiswa, hingga pegiat UMKM memadati ruangan di Jl. Arya Kemuning No. 84 untuk menghadiri  diskusi inspiratif, Sharing with Founder #5.



Membawa  tema besar "Lindungi, Kelola, & Monetisasi Karya: Memanfaatkan Kekayaan Intelektual di Ekonomi Kreatif" , acara ini berhasil menjadi wadah strategis bagi masyarakat untuk membedah potensi besar di balik ide dan inovasi yang mereka miliki.

Acara dibuka Pemateri pertama oleh “Venggar Tri Laksono”, Founder Komparekraf, yang memaparkan visi optimis mengenai wajah ekonomi Indonesia. Menurutnya, pasca pandemi, sektor ekonomi kreatif telah bertransformasi menjadi tulang punggung pergerakan ekonomi nasional yang tidak bisa lagi dipandang sebelah mata.

"Karya itu luas, tergantung aktivitas kita masing-masing. Hasil kreativitas adalah buah dari pemikiran yang matang. Di era sekarang, ekonomi kreatif akan terus melaju pesat. Tantangannya adalah banyak orang yang masih takut untuk memulai," ujar Venggar.



Venggar menekankan pentingnya inovasi berbasis lokalitas. Ia memberikan contoh konkret bagaimana kekayaan sejarah Cirebon, seperti cerita rakyat, dapat dikemas menjadi produk bernilai tinggi seperti film, novel, hingga buku yang memiliki daya jual industri. "Cara menginovasi karya bisa dimulai dari keseharian. Jajanan lokal atau sejarah mendalam Cirebon bisa kita beri nilai tambah agar bisa bersaing di masa depan," tambahnya.



Sesi kedua menghadirkan  “Gumay”, sosok di balik brand populer Ayam Swasta, Dengan gaya bicara yang mudah di pahami, Gumay berbagi pengalaman jatuh bangun dalam mengelola berbagai  bisnis kuliner seperti Ayam Swasta, Es Krim Swasta, hingga cemilan Makaroni.

Bagi Gumay, memulai bisnis bukan sekadar soal rasa, melainkan kesiapan sistem dan regulasi. Ia membagikan tips  mengenai kapan sebuah bisnis siap untuk melakukan pemasaran besar-besaran.



"Gumay mengatakan, Rasa itu penting, tapi komunikasi dan kesiapan produk jauh lebih penting. Saya pribadi selalu memastikan biaya operasional aman dan produk konsisten selama 2-3 bulan pertama. Setelah pondasinya kuat, baru saya berani menggunakan jasa “influencer” atau “endorse” Ia juga mengingatkan para peserta untuk memiliki mental baja: "Kita harus siap dengan segala skenario, entah itu sepi di awal atau tiba-tiba ramai karena fomo”.


Tak hanya soal bisnis dan karya intelektual, acara ini juga memberikan wawasan mengenai pentingnya perawatan diri sebagai penunjang produktivitas. “ Skin Expert dari Wardah Cirebon”, hadir memberikan edukasi mengenai kesehatan kulit.

Dari team wardah menekankan, bahwa perlindungan kulit adalah investasi jangka panjang. Ia membedah teknik basic skincare yang wajib dilakukan, terutama penggunaan sunscreen. 

"Paparan sinar matahari bisa berakibat fatal, mulai dari kulit kusam hingga risiko kanker kulit. Lindungi kulit dengan sunscreen yang digunakan 2-3 kali sehari, didahului dengan moisturizer untuk mengikat kadar air agar kulit tidak terhidrasi," ungkap team wardah. 

Menariknya, ia juga menegaskan bahwa skincare dari Wardah bersifat universal dan dapat digunakan oleh semua gender.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif, di mana para peserta terlihat sangat haus akan ilmu mengenai cara  merek hingga strategi konten kreatif. Kehangatan suasana di NutriHub Cirebon sore itu membuktikan bahwa ekosistem kreatif di Kota Udang semakin solid.

Sharing with Founder, bukan sekadar diskusi formal, melainkan sebuah awal bergerak untuk menyadarkan para masyarakat bahwa karya yang dikelola dengan baik, dilindungi secara hukum (HAKI), dan dipasarkan dengan strategi yang tepat, akan menjadi aset ekonomi yang tak ternilai harganya.

Sampai jumpa di edisi Sharing with Founder berikutnya ! 




×
Berita Terbaru Update