Notification

×

Iklan

Iklan

Menteri Agama RI Ajak Anak-Anak Bangun Akhlak dan Hormati Sesama pada Peringatan Lebaran Yatim dan Disabilitas 1448 H

25 Juni 2026 | Juni 25, 2026 WIB Last Updated 2026-06-25T18:59:19Z

Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar, mengajak seluruh anak-anak Indonesia untuk terus membangun akhlak mulia, menghormati sesama, serta menumbuhkan kasih sayang kepada orang tua dan sesama manusia.



Pesan tersebut disampaikan saat memberikan sambutan pada peringatan Lebaran Yatim dan Disabilitas yang bertepatan dengan 10 Muharram 1448 H. Kamis (25/6/2026) di Auditorium H.M. Rasjidi, Kementerian Agama RI, Thamrin, Jakarta,  yang diikuti hadirin di SLBN A Citeureup Kota Cimahi melalui Zoom.



Menteri Agama menjelaskan bahwa Muharram merupakan bulan istimewa dalam kalender Islam. Sejak masa Arab pra-Islam hingga masa Islam, Muharram dikenal sebagai bulan perdamaian atau bulan gencatan senjata, di mana berbagai konflik dan peperangan antar kabilah dihentikan.



"Muharram juga menjadi bulan pertama dalam kalender Hijriah yang ditetapkan pada masa Khalifah Sayyidina Umar bin Khattab. Penetapan kalender Islam ini berkaitan dengan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah yang menjadi tonggak penting peradaban Islam," ujarnya.



Menurut Menag, semangat hijrah yang melandasi penanggalan Islam juga mengajarkan pentingnya hidup berdampingan dalam keberagaman. Di Madinah, berbagai kelompok masyarakat yang berbeda latar belakang agama dan suku dapat hidup damai dan menjalankan ibadah masing-masing tanpa gangguan.



Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama memberikan perhatian khusus kepada anak-anak yatim. Ia menjelaskan bahwa dalam ajaran Islam, setiap anak lahir dalam keadaan suci dan tidak menanggung dosa orang tuanya.



"Islam tidak mengenal dosa warisan. Anak-anak adalah makhluk yang suci. Karena itu, kita harus menjaga, menyayangi, dan memberikan perhatian terbaik kepada mereka," katanya.



Menag juga menyampaikan kisah-kisah teladan yang mengandung pesan moral tentang pentingnya menghormati setiap manusia tanpa memandang kondisi fisik, usia, maupun latar belakang sosial. Ia mengingatkan agar tidak meremehkan atau menghina penyandang disabilitas, orang lanjut usia, maupun mereka yang memiliki keterbatasan.



"Jangan pernah memandang rendah orang lain. Bisa jadi Allah menguji kita melalui apa yang kita lakukan kepada sesama. Hormatilah setiap manusia karena kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh fisiknya, melainkan oleh ketakwaannya," pesan Menag.



Melalui kisah tentang seorang raja yang sombong dan kedatangan Malaikat Maut yang menyamar sebagai seorang tua renta, Menteri Agama menegaskan bahwa kekuasaan, harta, dan kesempurnaan fisik bukanlah jaminan kemuliaan di hadapan Allah SWT.



Kepada anak-anak yang hadir, Menag mengajak untuk selalu berbuat baik, menghormati orang tua, rajin belajar, serta menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari.



"Kalau kita berbuat baik, maka kebaikan itu akan kembali kepada diri kita. Sebaliknya, jika kita berbuat buruk, maka keburukan itu juga akan kembali kepada kita," tuturnya.



Menag juga menjelaskan bahwa tanggal 10 Muharram dikenal sebagai Hari Asyura, yaitu hari yang memiliki banyak peristiwa penting dalam sejarah Islam. Oleh karena itu, momentum Lebaran Yatim yang diperingati setiap 10 Muharram menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian sosial, memperkuat solidaritas, dan menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim serta penyandang disabilitas.



Mengakhiri sambutannya, Menteri Agama mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus menebarkan kasih sayang, memperkuat persaudaraan, serta memberikan perhatian kepada anak-anak yatim sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang berakhlak mulia dan berkarakter kuat.



Kontributor : Eva Nurwidiawati

Sumber :

https://jabar.kemenag.go.id/kanwil/menteri-agama-ri-ajak-anak-anak-bangun-akhlak-dan-hormati-sesama-pada-peringatan-lebaran-yatim-dan-disabilitas-1448-h-GW

×
Berita Terbaru Update