Notification

×

Iklan

Iklan

Sosialisasi Proyek PT. Propylene Plant Balongan

20 Juni 2026 | Juni 20, 2026 WIB Last Updated 2026-06-20T08:50:13Z

Pemerintah Kabupaten Indramayu menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan Proyek Polypropylene Plant Balongan (PPB) yang digagas PT Polytama Propindo. Investasi strategis tersebut diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, serta memperkuat sektor industri di Kabupaten Indramayu.

Dukungan itu disampaikan Bupati Indramayu, Lucky Hakim, saat menghadiri Sosialisasi Proyek PPB bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Indramayu di Ruang Ki Sidum, Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu, Jumat (19/6/2026).



Dalam sambutannya, Lucky Hakim menilai Kabupaten Indramayu memiliki sejumlah keunggulan yang mendukung perkembangan industri, salah satunya kondisi geografis yang relatif datar sehingga memudahkan aktivitas logistik dan distribusi barang.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa keselamatan kerja harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan proyek.

"Keberadaan proyek ini diharapkan tidak hanya memperkuat sektor industri, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat. Perputaran ekonomi di sekitar proyek harus bisa dirasakan langsung oleh warga," ujar Lucky Hakim.

Menurutnya, seluruh pekerjaan harus dilaksanakan sesuai perencanaan dan standar keselamatan yang berlaku guna meminimalkan risiko yang tidak diinginkan.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Polytama Propindo, Permono Avianto, menjelaskan pembangunan pabrik polipropilena kedua tersebut akan dimulai pada 22 Juni 2026. Pabrik itu dirancang memiliki kapasitas produksi sebesar 300.000 metrik ton per tahun dan ditargetkan selesai pada 2029.

Dengan beroperasinya pabrik baru tersebut, total kapasitas produksi perusahaan diproyeksikan meningkat menjadi 600.000 metrik ton per tahun.

Permono mengatakan proyek PPB merupakan langkah strategis untuk memperkuat pasokan bahan baku industri dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor polipropilena.

"Keberhasilan proyek sangat bergantung pada sinergi antara perusahaan, pemerintah daerah, Forkopimda, kontraktor, dan masyarakat. Selain mendukung ketahanan industri nasional, proyek ini juga diharapkan mampu memberikan dampak positif melalui penyerapan tenaga kerja, keterlibatan pelaku usaha lokal, serta berkembangnya berbagai sektor usaha pendukung," kata Permono.

Pada kesempatan yang sama, Project Director PPB, Burhanudin, memaparkan bahwa proyek berlokasi di Jalan Raya Juntinyuat Km 13, Desa Limbangan, Kecamatan Balongan. Pembangunan akan dilaksanakan oleh konsorsium Wuhuan Engineering Co., Ltd. bersama PT Enviromate Technology International.

Pihak konsorsium menegaskan komitmennya terhadap penerapan standar keselamatan kerja dengan target Zero Lost Time Incident atau nol kecelakaan kerja yang menyebabkan kehilangan waktu kerja. Selain itu, proyek juga akan mengedepankan kualitas pekerjaan, ketepatan waktu pelaksanaan, pengendalian biaya, serta koordinasi yang efektif antar seluruh pihak yang terlibat.

Tidak hanya fokus pada pembangunan industri, proyek PPB juga akan mengutamakan keterlibatan tenaga kerja lokal, subkontraktor, dan vendor daerah yang memenuhi standar kompetensi. Berbagai program pelatihan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia akan disiapkan untuk mendukung transfer pengetahuan dari tenaga ahli internasional kepada tenaga kerja lokal.

Melalui dukungan terhadap investasi strategis ini, Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap Proyek Polypropylene Plant Balongan dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat daya saing industri, membuka peluang usaha baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat menuju terwujudnya Indramayu REANG.

×
Berita Terbaru Update