CIREBON – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon menggelar kegiatan Tata Kelola Pembudayaan Hidup Sehat di Sumber, Selasa (7/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya hidup sehat di tengah masyarakat melalui sinergi lintas sektor serta peningkatan peran tenaga Promosi Kesehatan (Promkes) di seluruh Puskesmas.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni, mengatakan kesehatan merupakan modal utama bagi setiap individu untuk beraktivitas, berkarya, dan meningkatkan produktivitas. Karena itu, menjaga kesehatan harus menjadi kebiasaan yang diterapkan secara konsisten dan berkelanjutan.
Menurutnya, pembudayaan hidup sehat harus dimulai dari tenaga kesehatan sebagai teladan sebelum mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Eni menilai, tenaga kesehatan yang memberikan edukasi mengenai bahaya merokok maupun pentingnya mengonsumsi makanan sehat harus mampu menjadi contoh melalui perilaku yang sesuai dengan pesan yang disampaikan kepada masyarakat. Keteladanan tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap program-program kesehatan.
Ia menegaskan bahwa perubahan perilaku masyarakat tidak akan berjalan optimal tanpa adanya contoh nyata dari para petugas kesehatan.
Selain itu, Eni menekankan bahwa tenaga Promosi Kesehatan merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan pada aspek promotif dan preventif. Peran mereka sangat menentukan keberhasilan berbagai program kesehatan, termasuk percepatan penurunan angka stunting.
Karena itu, tenaga Promkes diminta terus aktif melakukan penyuluhan, edukasi, dan pendampingan kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan di lapangan, termasuk di Posyandu.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam membangun budaya hidup sehat. Pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, hingga berbagai unsur lainnya diharapkan dapat terlibat aktif sehingga program kesehatan dapat berjalan lebih efektif.
Eni juga mengingatkan pentingnya dukungan terhadap program prioritas nasional dalam penanggulangan Tuberkulosis (TB). Mulai 13 Juli 2026, seluruh desa di Kabupaten Cirebon akan melaksanakan skrining TB yang terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis.
Melalui kegiatan tersebut, tenaga Promkes diharapkan mampu memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya kepada kontak erat pasien TB, agar bersedia menjalani pemeriksaan. Langkah ini dinilai penting untuk menemukan kasus lebih dini sehingga pengobatan dapat segera dilakukan dan penularan penyakit dapat dicegah.
Pemerintah Kabupaten Cirebon berharap penguatan tata kelola pembudayaan hidup sehat di berbagai tatanan kehidupan masyarakat mampu mendorong penerapan perilaku hidup sehat secara lebih terstruktur, konsisten, dan berkelanjutan.
Sementara itu, perwakilan Tim Kerja Promosi Kesehatan dan Komunitas Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Lulu Attiah Hafizah, mengatakan keberhasilan pembudayaan hidup sehat memerlukan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya pemerintah.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, serta masyarakat menjadi faktor penting agar implementasi program dapat berjalan secara optimal di seluruh wilayah.
Kegiatan Tata Kelola Pembudayaan Hidup Sehat dijadwalkan berlangsung selama dua hari. Pada hari pertama, peserta mengikuti pertemuan, diskusi, serta pembahasan berbagai tantangan dalam penerapan indikator pembudayaan hidup sehat di lima tatanan. Kegiatan tersebut diikuti tenaga Promkes Puskesmas bersama unsur lintas sektor terkait.
Sementara pada hari kedua, tim akan melakukan peninjauan lapangan ke dua tatanan prioritas, yakni rumah tangga dan dunia usaha, untuk melihat secara langsung implementasi program pembudayaan hidup sehat.
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat mengapresiasi antusiasme sekitar 80 peserta yang mengikuti kegiatan tersebut. Pemahaman tenaga kesehatan dinilai menjadi modal penting dalam memperkuat implementasi program di Kabupaten Cirebon.
Melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, diharapkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Cirebon terus meningkat sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing.



