Notification

×

Iklan

Iklan

Mahasiswa FEB UGJ Dampingi UMKM Pengolahan Tahu Tingkatkan Daya Saing di Era Digital

15 Juli 2026 | Juli 15, 2026 WIB Last Updated 2026-07-15T08:01:08Z
Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Swadaya Gunung Jati (FEB UGJ) melaksanakan kegiatan observasi dan pendampingan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor pengolahan tahu di wilayah Cirebon sebagai upaya mendukung peningkatan daya saing usaha lokal di tengah perkembangan teknologi digital.




Kegiatan yang merupakan bagian dari mata kuliah Kewirausahaan dan Praktik tersebut dilaksanakan di bawah bimbingan dosen pembimbing Ibu Lisa Harry Sulistyowati, S.E.,M.M. 

Pendampingan difokuskan pada identifikasi permasalahan usaha sekaligus penyusunan rekomendasi strategi pengembangan bisnis yang berkelanjutan.


Dua UMKM yang menjadi objek kegiatan adalah Pabrik Tahu Pak Wowon yang berlokasi di Depok, Cirebon, dan Pabrik Tahu Mas Solihin yang berada di kawasan Kalijaga Kebon Pelok, Kampung Pesantren, Kota Cirebon. Kedua usaha tersebut telah lama bergerak di bidang produksi tahu dan menjadi pemasok kebutuhan pangan masyarakat sekitar.


Produk utama yang dihasilkan berupa tahu putih dan tahu kuning yang dipasarkan kepada masyarakat umum, pedagang pasar tradisional, warung makan, pedagang sayur keliling, hingga pelaku usaha kuliner lainnya. Penggunaan bahan baku kedelai berkualitas serta proses produksi yang menjaga kebersihan dan kualitas produk menjadi keunggulan utama kedua UMKM tersebut.


Selain menghasilkan produk dengan cita rasa yang khas, kedua usaha juga mampu mempertahankan loyalitas pelanggan melalui harga yang terjangkau dan ketersediaan produk dalam kondisi segar setiap hari.


Hasil observasi menunjukkan bahwa kedua UMKM memiliki potensi pertumbuhan yang cukup besar. Namun demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi dalam pengembangan usaha, terutama pada aspek pemasaran dan pemanfaatan teknologi digital.


Sebagian besar aktivitas promosi masih dilakukan secara konvensional melalui penjualan langsung dan rekomendasi dari mulut ke mulut sehingga jangkauan pasar masih terbatas pada wilayah sekitar lokasi usaha. Pemanfaatan media sosial dan platform digital sebagai sarana pemasaran juga masih belum optimal.

Di sisi lain, proses produksi yang masih mengandalkan peralatan sederhana dan metode manual menyebabkan kapasitas produksi menjadi terbatas, terutama ketika terjadi peningkatan permintaan pada periode tertentu seperti hari besar keagamaan atau musim liburan.


Permasalahan lain yang ditemukan meliputi pencatatan keuangan yang masih sederhana, terbatasnya inovasi produk dan kemasan, serta perlunya peningkatan pengelolaan limbah produksi dan standar sanitasi agar mampu memenuhi kebutuhan pasar modern.


Melalui kegiatan pendampingan tersebut, mahasiswa FEB UGJ memberikan sejumlah rekomendasi strategis kepada pelaku usaha. 

Salah satunya adalah mendorong transformasi digital melalui pemanfaatan media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok sebagai media promosi dan komunikasi dengan konsumen.


Selain itu, penggunaan WhatsApp Business dan marketplace juga direkomendasikan guna memperluas jangkauan pemasaran dan mempermudah proses pemesanan produk oleh pelanggan.


Pada aspek produksi, pelaku usaha didorong untuk mulai melakukan modernisasi peralatan secara bertahap guna meningkatkan efisiensi dan kapasitas produksi. 

Inovasi produk turunan berbahan dasar tahu serta pengembangan kemasan yang lebih menarik juga menjadi bagian dari strategi peningkatan daya saing usaha.



Mahasiswa turut memberikan rekomendasi terkait penerapan pencatatan keuangan sederhana dan pemisahan antara keuangan pribadi dengan keuangan usaha agar pengelolaan bisnis menjadi lebih terstruktur dan profesional.


Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat sekaligus upaya memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan pelaku usaha lokal.



Melalui sinergi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan UMKM, diharapkan pelaku usaha lokal mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, serta menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah di masa mendatang.
×
Berita Terbaru Update