CIREBON – Tempat Pengolahan Sampah (TPS) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Maju Makmur di Desa Palimanan Barat, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, menjadi salah satu contoh pengelolaan sampah berbasis desa yang mampu mengubah limbah menjadi sumber ekonomi sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.
Unit pengolahan sampah yang dikelola Pemerintah Desa Palimanan Barat bekerja sama dengan PT Indocement Tunggal Prakarsa tersebut mampu menampung dan mengolah sekitar 8 hingga 10 ton sampah setiap hari.
Pengelolaan sampah melibatkan partisipasi aktif masyarakat melalui RT dan RW yang mengoordinasikan pengangkutan sampah dari rumah warga menuju TPS. Setelah dipilah dan diolah, sampah diproses menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) yang selanjutnya dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif di PT Indocement Tunggal Prakarsa.
Kepala Unit Pengolahan Sampah TPS BUMDes Maju Makmur, Iin Farihin, mengatakan pengelolaan sampah yang dilakukan di TPS tersebut membuktikan bahwa limbah dapat memiliki nilai ekonomi apabila dikelola secara tepat. Menurutnya, sampah tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang tidak bernilai, melainkan sebagai sumber pendapatan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Selain memberikan dampak positif terhadap lingkungan, keberadaan TPS BUMDes Maju Makmur juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar. Saat ini, sebanyak 16 orang bekerja di unit pengolahan sampah tersebut.
Sementara itu, Kepala Bidang Peningkatan Kapasitas dan Pemulihan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon, Alfian Rediana, menjelaskan bahwa pemerintah daerah terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan sampah berbasis desa. Upaya tersebut tidak hanya berfokus pada pengangkutan sampah, tetapi juga pada pengolahan yang mampu memberikan nilai tambah bagi lingkungan dan perekonomian masyarakat.
Desa Palimanan Barat merupakan salah satu dari enam desa binaan PT Indocement Tunggal Prakarsa di Kecamatan Gempol. Program tersebut menjadi bagian dari kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Sekretaris Kecamatan Gempol, Eva Noviana, berharap keberhasilan TPS BUMDes Maju Makmur dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Cirebon untuk mengembangkan sistem pengelolaan sampah serupa.
Melalui sinergi antara pemerintah desa, Pemerintah Kabupaten Cirebon, masyarakat, dan dunia usaha, TPS BUMDes Maju Makmur diharapkan terus berkembang sebagai model pengelolaan sampah yang mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, meningkatkan nilai ekonomi, serta membuka peluang kerja bagi masyarakat.



