CIREBON — Si jago merah mengamuk di kawasan Pasar Sandang Tegal Gubug, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon pada Sabtu (1/8/2026) malam. Diduga akibat korsleting dari instalasi listrik yang tidak standar, sebanyak 46 lapak jualan ludes dilalap api. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.
Kebakaran yang melanda aset milik Pemerintah Desa (Pemdes) Tegal Gubug ini pertama kali diketahui oleh petugas sekuriti pasar sekitar pukul 21.19 WIB. Api diduga kuat berasal dari kabel yang terhubung dengan meteran listrik (KWH) di Blok E bagian tengah sebelah barat, yang kemudian memercikkan api dan menjalar cepat ke arah timur.
Menurut keterangan tertulis dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Cirebon, warga dan sekuriti setempat sempat berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, kobaran api justru semakin membesar. Laporan kemudian diteruskan oleh Anggota Babinsa Arjawinangun, Bpk. Umana, kepada pihak Damkar pada pukul 21.24 WIB.
Merespons laporan tersebut, Regu 03 Damkar Sektor Arjawinangun langsung meluncur dan tiba di lokasi Jalan Bypass Cirebon - Jakarta, Desa Tegal Gubug pada pukul 21.32 WIB.
Melihat kondisi api yang sudah membesar dan menjalar ke sejumlah lapak, Komandan Sektor (Dansek) Arjawinangun segera berkoordinasi meminta tambahan armada dari Sektor Palimanan, Weru, dan Sumber guna meminimalisir perambatan api dan menjaga ketersediaan stok air. Proses pemadaman dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Damkar beserta Kabid PPSP, dengan mengerahkan total 4 Unit Mobil Pancar dan 1 Unit Water Supply.
Dalam proses penjinakan api, petugas di lapangan menghadapi sejumlah kendala. Di antaranya adalah akses jalan menuju titik lokasi yang sempit, tidak adanya sumber air atau hidran di sekitar pasar, serta banyaknya warga yang lalu lalang di area kebakaran.
Berkat upaya sigap dari tim gabungan yang dibantu oleh jajaran Polsek Arjawinangun, Koramil, BPBD Kabupaten Cirebon, dan warga sekitar, api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 22.22 WIB. Proses kemudian dilanjutkan dengan tahap pendinginan hingga dinyatakan tuntas.
Sumber : Damkar Kabupaten Cirebon



