Notification

×

Iklan

Iklan

Pemkab Cirebon Perkuat Mitigasi Banjir dari Hulu melalui Rehabilitasi Lingkungan

25 Agustus 2026 | Agustus 25, 2026 WIB Last Updated 2026-08-25T14:52:54Z


CIREBON – Upaya mengurangi risiko banjir di Kabupaten Cirebon mulai diperkuat dari kawasan hulu. Pemerintah Kabupaten Cirebon mendorong rehabilitasi lingkungan, pemulihan tutupan vegetasi, serta peningkatan daya serap tanah terhadap air hujan sebagai bagian dari strategi mitigasi jangka panjang.





Langkah tersebut diwujudkan melalui Gerakan Rehabilitasi dan Konservasi Lingkungan yang digelar di Desa Sidawangi, Kecamatan Sumber, Jumat (21/8/2026). Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu menyasar sejumlah titik yang memiliki fungsi penting sebagai daerah resapan air.



Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman atau yang akrab disapa Jigus, mengatakan gerakan tersebut menjadi bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mengurangi risiko banjir, khususnya di wilayah Sumber dan sekitarnya.



“Ini merupakan bentuk nyata, yaitu untuk menjaga lingkungan agar ke depannya tidak lagi banjir di wilayah sekitar sini, terutama Desa Sidawangi, Sumber, dan sekitarnya,” kata Jigus.



Menurutnya, persoalan banjir tidak dapat ditangani hanya ketika bencana terjadi. Dibutuhkan upaya pencegahan melalui kolaborasi lintas pemerintahan, mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten.



Karena itu, konservasi lingkungan di Desa Sidawangi diharapkan dapat menjadi langkah awal yang nantinya diterapkan di wilayah lain yang memiliki potensi risiko banjir.



Jigus menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Cirebon akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta perangkat daerah terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), untuk memetakan wilayah-wilayah yang memiliki risiko banjir.



“Harapannya ke depan, sudah tidak ada lagi wilayah di Kabupaten Cirebon yang rawan banjir,” ujarnya.



Selain penanaman pohon, kegiatan tersebut juga menerapkan metode konservasi tanah dan air melalui pembuatan rorak atau lubang resapan. Metode ini berfungsi menahan aliran air permukaan agar air hujan tidak langsung mengalir dari kawasan yang lebih tinggi menuju wilayah di bawahnya.



“Sidawangi merupakan dataran tinggi, supaya air dari atas itu tidak langsung limpas ke bawah, ditahan dulu oleh rorak,” ungkap Jigus.



Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono, mengatakan kegiatan tersebut merupakan aksi nyata pemerintah daerah bersama masyarakat dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.



Menurut Dede, rehabilitasi lingkungan tidak hanya bertujuan menambah jumlah pohon, tetapi juga meningkatkan tutupan vegetasi, memperbesar kemampuan tanah menyerap air hujan, serta membangun kawasan yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.



Dalam kegiatan tersebut, DLH Kabupaten Cirebon menyiapkan penanaman pohon di tiga lokasi. Di Jalan Pangeran Kejaksan, Desa Sidawangi, ditanam 30 pohon mahoni dan 50 bibit jamblang.



Kemudian, di lokasi kedua yang masih berada di kawasan Jalan Pangeran Kejaksan, ditanam 20 pohon glodokan. Sementara di belakang Kompleks Kota Baru Keandra Sidawangi, ditanam 50 pohon mahoni.



Secara keseluruhan, sebanyak 150 pohon ditanam dalam rangkaian kegiatan tersebut. Penanaman pohon juga disertai aksi gotong royong membersihkan lingkungan serta pembuatan rorak sebagai bagian dari upaya konservasi tanah dan air.



Dede menegaskan, keberhasilan rehabilitasi lingkungan membutuhkan keterlibatan semua pihak. Pemerintah, menurutnya, tidak dapat bekerja sendiri dalam memastikan kawasan yang telah direhabilitasi tetap terjaga.



“Keberhasilan rehabilitasi lingkungan tidak hanya bergantung pada pemerintah. Keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar pohon yang ditanam dapat tumbuh dan fungsi ekologis kawasan terus terjaga,” kata Dede.



Melalui gerakan tersebut, Pemkab Cirebon berharap upaya konservasi dari kawasan hulu dapat terus diperluas sehingga mampu memperkuat daya dukung lingkungan sekaligus menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam menekan risiko banjir di Kabupaten Cirebon.

×
Berita Terbaru Update