Notification

×

Iklan

Iklan

Politeknik LPP dan BPDP Sulap Potensi Perkebunan Jadi Peluang Bisnis bagi 100 UMKM di Cirebon

14 Agustus 2026 | Agustus 14, 2026 WIB Last Updated 2026-08-14T15:25:21Z

Politeknik LPP dan BPDP sulap potensi perkebunan jadi peluang bisnis bagi 100 UMKM di Cirebon melalui kegiatan Praktik Produk UMKM Perkebunan yang digelar di Kota Cirebon. 


Kegiatan ini menjadi ruang bagi para pelaku UMKM untuk belajar sekaligus mempraktikkan berbagai produk kreatif yang memanfaatkan bahan dari komoditas perkebunan. 


Sebanyak 100 pelaku UMKM mengikuti kegiatan dengan antusias. Mereka tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga diajak langsung membuat beberapa produk yang memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai usaha, mulai dari parfum mobil, lilin aromaterapi, hingga minuman creamy matcha cincau.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan berbagai peluang hilirisasi komoditas perkebunan kepada masyarakat. Melalui praktik langsung, peserta diajak melihat bahwa bahan yang selama ini dianggap sederhana masih dapat dikembangkan menjadi produk dengan nilai tambah. Dalam sambutannya, Soraya Harlan, yang mewakili Kepala Divisi Kerja Sama, Kemitraan dan UMKM BPDP, menyampaikan bahwa inovasi menjadi salah satu hal penting bagi pelaku UMKM agar mampu mengikuti perubahan pasar. 



“Kami ingin mendorong lahirnya pelaku usaha yang kreatif, adaptif, dan mampu melihat peluang dari berbagai sumber daya yang tersedia di sekitarnya. Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal bagi peserta untuk menciptakan produk yang memiliki nilai tambah dan daya saing yang kuat,” tuturnya. Menurut Soraya, pengembangan UMKM bukan hanya mengenai peningkatan pendapatan, tetapi juga membangun keberanian dan kepercayaan diri masyarakat untuk mengembangkan usaha secara mandiri.



Salah satu praktik yang dilakukan adalah pembuatan parfum mobil yang dipandu oleh Azhari Rizal. Peserta diajak melihat peluang pasar produk pewangi kendaraan sekaligus memahami pentingnya pengemasan dan kemampuan membaca kebutuhan konsumen. 



“Produk yang sederhana dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan apabila dikemas secara profesional. Pelaku UMKM perlu berani berinovasi dan memahami preferensi konsumen agar produknya memiliki keunggulan di pasar,” jelas Azhari. 



Praktik berikutnya adalah pembuatan lilin aromaterapi yang dipandu oleh Taffrika Nur Himah. Menariknya, produk tersebut memanfaatkan minyak goreng kelapa sawit hasil pakai atau jelantah sebagai salah satu bahan baku. Peserta diperkenalkan pada cara mengolah bahan yang sudah tidak digunakan menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai jual. 



“Lilin aromaterapi merupakan contoh produk kreatif daur ulang yang memadukan fungsi dan estetika. Dengan sentuhan inovasi, produk daur ulang ini dapat memiliki nilai ekonomi yang tinggi,” katanya.


Peserta kemudian diajak membuat creamy matcha cincau bersama Lintang Hapsari. Produk minuman tersebut menggunakan sejumlah bahan yang berasal dari komoditas perkebunan, seperti krimer sawit, gula aren kelapa, dan bubuk matcha dari tanaman teh. 



“Tren minuman terus berkembang. Pelaku UMKM harus mampu menghadirkan produk yang tidak hanya enak, tetapi juga memiliki identitas dan pengalaman yang berkesan bagi konsumen,” ujar Lintang. 



Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Peserta aktif mengikuti setiap tahapan praktik, berdiskusi, serta bertukar pengalaman mengenai pengembangan usaha. Pendekatan praktik langsung membuat peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai proses awal dalam membuat sebuah produk.



Salah satu peserta mengaku mendapatkan banyak inspirasi baru setelah mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan membuka pandangan bahwa peluang usaha dapat muncul dari bahan-bahan yang sebelumnya belum terpikirkan untuk dikembangkan. Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi para pelaku UMKM untuk saling mengenal dan membangun jejaring. Interaksi yang terjalin diharapkan dapat berkembang menjadi peluang kolaborasi usaha setelah kegiatan berakhir. 



Melalui kegiatan Praktik Produk UMKM Perkebunan, Politeknik LPP dan BPDP mendorong pelaku UMKM untuk tidak berhenti pada penjualan bahan mentah, tetapi mulai melihat peluang pengolahan dan hilirisasi komoditas perkebunan menjadi produk yang memiliki nilai tambah. 



Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong semakin banyak pelaku UMKM untuk berani mencoba, berinovasi, dan mengembangkan potensi komoditas perkebunan menjadi produk kreatif yang memiliki peluang pasar sekaligus memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat.

×
Berita Terbaru Update