Notification

×

Iklan

Iklan

Cirebon Mask Festival 2026 Hadirkan Kesenian Topeng dari Lima Negara, Digelar 15–16 November

15 Oktober 2026 | Oktober 15, 2026 WIB Last Updated 2026-10-15T02:08:31Z
Kota Cirebon kembali bersiap menjadi panggung pertemuan budaya internasional melalui Cirebon Mask Festival 2026 yang akan digelar pada 15–16 November 2026 di Balai Kota Cirebon. Festival ini menghadirkan beragam kesenian topeng dari Indonesia serta lima negara, yakni Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Ekuador, dan Jerman.


Kegiatan yang diinisiasi Pemerintah Daerah Kota Cirebon melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) ini berkolaborasi dengan sejumlah komunitas untuk mengangkat kekayaan seni budaya, kuliner, dan pariwisata daerah.



Memasuki penyelenggaraan tahun ketiga, Cirebon Mask Festival tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni, tetapi juga ruang kolaborasi untuk memperkuat ekosistem pariwisata, ekonomi kreatif, dan industri hospitality di Kota Cirebon.



Kehadiran seniman dari berbagai negara diharapkan dapat memperluas pertukaran budaya sekaligus memperkenalkan seni topeng Cirebon kepada masyarakat yang lebih luas, termasuk pengunjung dari mancanegara.





Libatkan Seniman dan Pelestari Topeng Cirebon

Cirebon Mask Festival 2026 juga menjadi momentum untuk memperingati Hari Museum Nasional 2026 sekaligus merayakan ulang tahun Museum Topeng Cirebon.



Pelaksanaannya akan melibatkan berbagai pelaku seni dan pelestari budaya topeng, mulai dari dalang, nayaga, pengrajin topeng, penari, hingga penjahit kostum. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan seni tradisi sekaligus memberikan ruang bagi para pelaku budaya untuk menunjukkan karya dan keterampilan mereka.



Festival ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, agar semakin mengenal dan menghargai seni budaya warisan leluhur di tengah pesatnya perkembangan zaman.



Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu membuka peluang kolaborasi bagi para pelaku seni dan ekonomi kreatif, sehingga pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pengembangan potensi pariwisata daerah.




Kolaborasi Cirebon dan Solo untuk Memperkuat Budaya Topeng

Semangat pelestarian seni topeng juga mempertemukan Cirebon Mask Festival dengan International Mask Festival (IMF) yang berasal dari Solo, Jawa Tengah.

Kedua festival memilih membangun kolaborasi untuk memperkuat visi dan misi dalam melestarikan serta memperkenalkan seni topeng kepada masyarakat luas. Kerja sama ini sekaligus membuka peluang pertemuan budaya antara Solo, Cirebon, dan komunitas seni dari berbagai negara.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas jejaring seniman, meningkatkan pertukaran pengetahuan mengenai seni topeng, serta memperkuat posisi festival budaya sebagai bagian dari daya tarik pariwisata Indonesia.

Melalui Cirebon Mask Festival 2026, Kota Cirebon berupaya menunjukkan bahwa tradisi bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan kekayaan budaya yang terus hidup, berkembang, dan memiliki potensi untuk dikenal di tingkat internasional.

Dengan menghadirkan kesenian topeng lintas negara serta melibatkan berbagai elemen masyarakat, festival ini diharapkan menjadi salah satu ruang strategis untuk menjaga identitas budaya Cirebon sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.
×
Berita Terbaru Update