Pelamar lulusan UI ini juga mengungkapkan bahwa bapak tersebut hanya lulusan STM dan memiliki sertifikat Welding serta pernah bekerja di Italia. Namun dia merasa kecewa karena orang itu langsung ditawari nego gaji.
“Bapaknya juga hanya lulusan STM+sertifikat Welding dan pengalaman kerja di Italia Eropa tepatnya Fincantieri katanya. Dan yang bikin nyesek tanpa training dan langsung nego gaji aja,” ujarnya.
Kejadian tersebut menurutnya tidak masuk akal karena lulusan UI bisa kalah saing dengan gelar STM. Dia menanyakan apakah perusahaan sekarang tidak percaya pada sarjana.
“Nggak masuk akal banget lulusan UI kalah sama lulusan STM, walau oke sih bapaknya punya pengalaman di Eropa. Apakah perusahaan sekarang tidak percaya pada sarjana-sarjana di negara sendiri yaa. Ini malah bapak-bapak ijazah cuma STM diterima,” tulisnya.
Respons PT PAL Indonesia
Curhatan yang diduga milik alumni UI tersebut pun viral di Media Sosial. Tak sedikit netizen yang justru mengkritik.
Postingan dari akun Gerry ini lantas direspons oleh pihak PT PAL Indonesia yang menjelaskan bahwa perseroan tidak hanya mencari kandidat yang bisa satu posisi. Namun memiliki sertifikasi dan jam terbang yang tinggi.
Alasan Fenomena Perusahaan Lebih Pilih Lulusan STM
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia DKI Jakarta, Diana Dewi mengungkap alasan di balik fenomena perusahaan lebih memilih lulusan STM ketimbang perguruan tinggi.
Menurutnya, faktor utama adalah nilai gaji yang diberikan kepada lulusan STM jauh lebih kecil dibandingkan perguruan tinggi. Selain itu, lulusan STM mempunyai juga keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia kerja.
"Temen-temen SMK sekarang ini, kalau kita bilang dia bisa siap bekerja, tetapi salary-nya enggak terlalu tinggi. Akhirnya mereka dilatih mau, di training di perusahaan-perusahaan," ungkapnya.
Diana menambahkan, lulusan SMK mau menerima penawaran gaji sesuai UMP yang berlaku. Sebaliknya, alumni perguruan tinggi cenderung lebih memilih pekerjaan dengan nilai gaji yang jauh lebih tinggi dari UMP yang berlaku saat ini.
"Karena kan standar karyawan baru kan UMP, dari situ. Yang perguruan tinggi kadang enggak mau, dia lebih mau masuk untuk pilih-pilih dulu. Kan ini ada pembukaan lowongan kerja bumn, bumd, kementerian, itu lari ke sana semua," jelasnya.



