Notification

×

Iklan

Iklan

Viral Curhatan Lulusan UI Kalah Saing dengan STM Saat Lamar Kerja di PT PAL

15 Juni 2023 | Juni 15, 2023 WIB Last Updated 2023-06-14T21:19:32Z



BERITA, - Media sosial dihebohkan dengan curhatan warganet yang mengaku lulusan Universitas Indonesia (UI) kalah bersaing dengan lulusan STM saat melamar kerja di  PT PAL Indonesia (Persero).

Topik ini menjadi perbincangan publik saat diunggah kembali oleh Pengamat Penerbangan Gerry Soejatman di akun GerryS.

Dalam tangkapan layar yang diunggah Gerry, pelamar ini mengaku lulusan UI teknik mesin tahun 2022. Dia bersama teman-temannya tersingkirkan oleh seorang bapak yang sudah berumur 30 tahun. 

“Benar-benar stress dan nggak bisa diterima akal sih, ceritanya saya melamar kerja di PT PAL, saya lulusan UI teknik mesin 2022. Saya beserta teman-teman ada 15 orang tapi dikalahin bapak-bapak umur 30an,” tulis pelamar tersebut yang tidak disebutkan identitasnya.

Pelamar lulusan UI ini juga mengungkapkan bahwa bapak tersebut hanya lulusan STM dan memiliki sertifikat Welding serta pernah bekerja di Italia. Namun dia merasa kecewa karena orang itu langsung ditawari nego gaji.

“Bapaknya juga hanya lulusan STM+sertifikat Welding dan pengalaman kerja di Italia Eropa tepatnya Fincantieri katanya. Dan yang bikin nyesek tanpa training dan langsung nego gaji aja,” ujarnya.


Kejadian tersebut menurutnya tidak masuk akal karena lulusan UI bisa kalah saing dengan gelar STM. Dia menanyakan apakah perusahaan sekarang tidak percaya pada sarjana.

“Nggak masuk akal banget lulusan UI kalah sama lulusan STM, walau oke sih bapaknya punya pengalaman di Eropa. Apakah perusahaan sekarang tidak percaya pada sarjana-sarjana di negara sendiri yaa. Ini malah bapak-bapak ijazah cuma STM diterima,” tulisnya.


Respons PT PAL Indonesia

Curhatan yang diduga milik alumni UI tersebut pun viral di Media Sosial. Tak sedikit netizen yang justru mengkritik.

Postingan dari akun Gerry ini lantas direspons oleh pihak PT PAL Indonesia yang menjelaskan bahwa perseroan tidak hanya mencari kandidat yang bisa satu posisi. Namun memiliki sertifikasi dan jam terbang yang tinggi.


Alasan Fenomena Perusahaan Lebih Pilih Lulusan STM

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia DKI Jakarta, Diana Dewi mengungkap alasan di balik fenomena perusahaan lebih memilih lulusan STM ketimbang perguruan tinggi.

Menurutnya, faktor utama adalah nilai gaji yang diberikan kepada lulusan STM jauh lebih kecil dibandingkan perguruan tinggi. Selain itu, lulusan STM mempunyai juga keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia kerja.


"Temen-temen SMK sekarang ini, kalau kita bilang dia bisa siap bekerja, tetapi salary-nya enggak terlalu tinggi. Akhirnya mereka dilatih mau, di training di perusahaan-perusahaan," ungkapnya. 

Diana menambahkan, lulusan SMK mau menerima penawaran gaji sesuai UMP yang berlaku. Sebaliknya, alumni perguruan tinggi cenderung lebih memilih pekerjaan dengan nilai gaji yang jauh lebih tinggi dari UMP yang berlaku saat ini.

"Karena kan standar karyawan baru kan UMP, dari situ. Yang perguruan tinggi kadang enggak mau, dia lebih mau masuk untuk pilih-pilih dulu. Kan ini ada pembukaan lowongan kerja bumn, bumd, kementerian, itu lari ke sana semua," jelasnya.

×
Berita Terbaru Update