Notification

×

Iklan

Iklan

Wali Kota Cirebon Hadiri Penandatanganan MoU Proyek SCLSC untuk Pengentasan Kemiskinan

20 Agustus 2025 | Agustus 20, 2025 WIB Last Updated 2025-08-20T12:13:30Z
Wali Kota Cirebon Hadiri Penandatanganan MoU Proyek SCLSC untuk Pengentasan Kemiskinan

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, didampingi Sekretaris Daerah, Agus Mulyadi, menghadiri penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Proyek Implementasi Skema Semi Closed-Loop Supply Chain (SCLSC) untuk Industrialisasi Pertanian dan Material Baru. 


Acara ini berlangsung di Hotel Grand Mansion pada Rabu, 20 Agustus 2025, dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan dari pemerintah daerah, sektor swasta, dan Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin).

Effendi Edo menekankan bahwa penandatanganan MoU ini merupakan langkah awal penting dalam membangun ekosistem yang mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya kelompok rentan. 

Proyek SCLSC diharapkan dapat membawa tiga manfaat utama, yaitu:

1. Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Miskin : melalui koperasi, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin.
2. Peningkatan Efisiensi dan Nilai Tambah Produk Pertanian : dengan memperkuat rantai nilai pertanian hingga ke pasar.
3. Pembangunan Berkelanjutan Berbasis Sumber Daya Lokal*: untuk menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Ketua BP Taskin, Budiman Sudjatmiko, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan tonggak penting dalam menghadirkan solusi terintegrasi untuk pengentasan kemiskinan struktural. 

Program ini melibatkan empat pemerintah daerah, yaitu Kota dan Kabupaten Cirebon, Brebes, Indramayu, dan Kuningan, serta lima mitra swasta, termasuk PT Garam (Persero) dan perusahaan pengolahan limbah dari Belanda, Harvest Waste.

BP Taskin menyebutkan sembilan sektor prioritas dalam kolaborasi ini, yaitu : 
- Pangan
- Energi baru terbarukan
- Industri kreatif
- Digital
- Pendidikan
- Kesehatan
- Transportasi
- Perumahan
- Hilirisasi produk

Dengan sinergi multipihak dan pendekatan lintas sektor, diharapkan program ini dapat mempercepat transformasi sosial-ekonomi dan menciptakan pembangunan yang inklusif.

×
Berita Terbaru Update