Pasca kebakaran yang melanda Pasar Lemahabang Kulon beberapa hari lalu, Forkopimcam Lemahabang bersama Pemerintah Desa Lemahabang Kulon menggelar rapat sosialisasi dengan para pedagang yang terdampak.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Desa Lemahabang Kulon pada Sabtu pagi (03/01/2026).
Rapat ini menjadi langkah awal pemerintah dalam menindaklanjuti dampak kebakaran sekaligus menyampaikan rencana penanganan bagi para pedagang yang kehilangan tempat usaha.
Kegiatan rapat dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Dr. Sophi Zulfia, S.H., M.H., Camat Lemahabang Yuyun Kusumawati, SSTP, M.Si, Kapolsek Lemahabang Kompol Dr. Yuliana S.A.B., M.Si, Danramil Lemahabang Kapten Inf. Karomaeni, Kuwu Desa Lemahabang Kulon Rudiana, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, serta sekitar 300 pedagang Pasar Lemahabang Kulon yang terdampak kebakaran.
Dalam rapat tersebut, Pemerintah Desa Lemahabang Kulon menyampaikan sejumlah rencana strategis, di antaranya penyediaan tempat atau lokasi pasar sementara agar aktivitas perekonomian pedagang dapat kembali berjalan.
Selain itu, Pemdes juga akan mengajukan program revitalisasi Pasar Lemahabang Kulon dengan dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon.
Kuwu Desa Lemahabang Kulon, Rudiana, menegaskan bahwa penentuan lokasi relokasi pasar sementara akan dilakukan melalui musyawarah bersama para pedagang dan pihak desa.
“Untuk tempat relokasi akan dimusyawarahkan kembali bersama pedagang dan Pemerintah Desa Lemahabang Kulon,” ujarnya.
Melalui rapat ini, diharapkan terjalin komunikasi yang baik antara pemerintah dan pedagang, sehingga solusi yang diambil dapat mengakomodasi kepentingan bersama serta mempercepat pemulihan ekonomi pasca kebakaran Pasar Lemahabang Kulon.



