Notification

×

Iklan

Iklan

Pemkot Cirebon, KLH, dan KAI Perkuat Kolaborasi Antisipasi Lonjakan Sampah Saat Mudik Lebaran 2026

16 Maret 2026 | Maret 16, 2026 WIB Last Updated 2026-03-16T04:13:03Z
CIREBON – Siti Farida Rosmawati menyambut kunjungan kerja Diaz Hendropriyono dan Bobby Rasyidin di Stasiun Cirebon, Sabtu (14/3/2026). 

Pertemuan ini membahas penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan BUMN dalam mengantisipasi lonjakan sampah selama masa angkutan Lebaran 2026.


Kunjungan tersebut juga meninjau kesiapan infrastruktur kebersihan di kawasan stasiun yang diprediksi akan mengalami peningkatan aktivitas penumpang selama musim mudik.

Dalam kesempatan itu, Siti Farida menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia dan PT Kereta Api Indonesia atas dukungan yang telah terjalin, khususnya dalam pengelolaan sampah terintegrasi di area stasiun.

Menurutnya, sinergi ini penting agar peningkatan volume sampah dari aktivitas transportasi tidak sepenuhnya membebani tempat pembuangan akhir (TPA) milik Pemerintah Kota Cirebon yang saat ini tengah dalam masa transisi teknologi pengolahan.

“Kolaborasi ini sangat membantu kami, terutama melalui pemilahan sampah di TPS 3R yang sudah berjalan baik. Dengan kesadaran bersama, beban sampah di hilir bisa berkurang secara signifikan,” ujar Siti Farida di sela peninjauan.


Pemerintah Kota Cirebon juga tengah meningkatkan standar pengolahan sampah. Pada tahun anggaran 2026, Pemkot akan menambah alokasi anggaran untuk pengembangan sistem sanitary landfill sebagai bagian dari komitmen menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.


Siti Farida turut mengingatkan para pemudik agar menjaga kedisiplinan dalam membuang sampah. Menurutnya, fasilitas tempat sampah terpilah yang telah disediakan di stasiun hanya akan efektif jika didukung perilaku tertib dari masyarakat.


“Di stasiun sudah disiapkan tong sampah organik dan anorganik secara terpisah. Mari kita jaga bersama agar mudik tahun ini benar-benar minim sampah,” katanya.


Sementara itu, Diaz Hendropriyono menilai langkah proaktif Pemerintah Kota Cirebon sebagai upaya positif dalam pengelolaan sampah di kawasan transportasi publik. 

Ia menegaskan pentingnya pendampingan teknis dari kementerian agar stasiun-stasiun besar tidak menambah beban TPA lokal.


“Kami ingin memastikan pengolahan sampah di stasiun dapat dilakukan sejak dari sumbernya sehingga tidak menumpuk di tempat pembuangan akhir,” ujar Diaz.


Di sisi lain, Bobby Rasyidin menyatakan komitmen PT Kereta Api Indonesia untuk menjadikan aspek kebersihan sebagai bagian penting dari layanan kepada pelanggan. Menghadapi potensi lonjakan hingga 400 ribu penumpang selama masa mudik, Stasiun Cirebon akan didorong menjadi stasiun percontohan nasional dalam pengelolaan sampah mandiri.


Selain pengelolaan sampah, KAI juga memperkenalkan sejumlah inisiatif ramah lingkungan di stasiun, salah satunya penyediaan fasilitas water dispenser gratis yang mendorong penumpang membawa tumbler sendiri guna mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai.


“Ini menjadi tantangan bagi kami untuk menghadirkan pengelolaan sampah yang ideal sehingga bisa menjadi role model bagi ruang publik lainnya. Bagi kami, kesehatan dan kenyamanan pelanggan tidak ada toleransi,” tegas Bobby.
×
Berita Terbaru Update