KPK Geledah Rumah Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono, Rabu (1/4/2026)
KPK menggeledah rumah Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ono Surono terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menyeret Bupati Bekasi Ade Kuswara.
Publik Jawa Barat kembali dihebohkan dengan langkah tegas (KPK) yang menggeledah rumah Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, , pada Rabu (1/4/2026).
Penggeledahan ini menjadi sorotan karena berkaitan dengan penyidikan kasus dugaan suap proyek dan penerimaan gratifikasi yang menyeret Bupati Bekasi periode 2025–2030.
Kasus ini pun memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat: apakah penyidikan akan menyeret lebih banyak pejabat di Jawa Barat?
Juru Bicara KPK menyampaikan bahwa penggeledahan dilakukan di kediaman Ono Surono yang berlokasi di Bandung. Namun hingga saat ini, proses masih berlangsung dan belum ada rincian resmi mengenai barang bukti yang diamankan.
“Kegiatan masih berlangsung. Kami akan update perkembangannya,” ujar pihak KPK.
Kasus ini bermula dari penyidikan dugaan suap terkait proyek (ijon) serta gratifikasi yang melibatkan Ade Kuswara. Dalam pengembangannya, KPK menduga adanya aliran dana yang turut diterima oleh sejumlah pihak, termasuk Ono Surono.
Ono sebelumnya telah diperiksa sebagai saksi pada Januari 2026. Ia diduga menerima uang dari seorang pengusaha bernama Sarjan, yang saat ini sedang menjalani proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung.
Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan sejumlah tersangka, di antaranya selaku Bupati Bekasi, HM Kunang selaku Kepala Desa Sukadami sekaligus ayah Ade Kuswara, serta Sarjan dari pihak swasta.
Para tersangka diduga melanggar sejumlah pasal dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor), termasuk pasal terkait suap dan gratifikasi.
Perhatian publik semakin meningkat karena Ono Surono dan Ade Kuswara diketahui berasal dari partai yang sama, yakni (PDIP).
KPK menegaskan akan terus mendalami aliran dana serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus ini. Tidak menutup kemungkinan, penyidikan akan berkembang dan menyeret nama-nama baru.
Kasus dugaan suap dan gratifikasi di Bekasi kini memasuki babak baru. Publik pun menanti langkah lanjutan KPK dalam mengusut tuntas perkara ini.